Sulut Genjot Pembangunan Transportasi Sepanjang 2016—2019

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan para pemangku kepentingan terkait menggenjot pembangunan transportasi.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 September 2019  |  14:17 WIB
Sulut Genjot Pembangunan Transportasi Sepanjang 2016—2019
Kepadatan penumpang di Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara. - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com,MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan para pemangku kepentingan terkait menggenjot pembangunan transportasi baik sektor darat, laut, dan udara melalui realisasi sejumlah sarana dan prasarana sepanjang 2016—2019.

Kepala Bidang Pengembangan Sistem Transportasi Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara Jeffry Worang mengungkapkan serangkaian pembangunan transportasi telah dilakukan di Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang 2016—2019.

Langkah itu ditempuh dengan berkolaborasi bersama Kementerian Perhubungan melalui unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di wilayah tersebut.

Pada sektor transportasi darat, Jeffry mengklaim berbagai pembangunan sarana dan prasarana telah dilakukan. Fasilitas keselamatan jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, paku jalan, dan rambu jalan telah dipasang di ruas jalan nasional serta ruas jalan Provinsi Sulut.

Selain itu, lanjutnya, telah dilakukan pembangunan terminal antarkota antarprovinsi (AKAP) Liwas Kota Manado dan terminal Lolak di Bolaang Mongondow. Selanjutnya, dilakukan pengoperasian terminal Baru Boroko di Bolaang Mongondow Utara.

“Beberapa pembangunan dermaga penyeberangan telah dilakukan yaitu Dermaga Penyeberangan Kawaluso di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Dermaga Penyeberangan Miangas di Kabupatan Kepulauan Talaud,” ujarnya pada Senin (23/9/2019).

Di sektor transportasi laut, Jeffry menjelaskan terdapat beberapa pembangunan yang telah direalisasikan, salah satunya pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Bitung.

Pembangunan pelabuhan laut juga dilakukan di Biaro, Tagulandang, Makalehi, Pehe, Sawang, dan Ulu Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro serta pelabuhan laut di Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Begitu juga dengan pengadaan fasilitas Pelabuhan Laut Manado, Essang, Karatung, Beo, Marampit, Kakorotan, Likupang, Amurang, Labuan Uki, dan Tanjung Sidupa,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa telah dilakukan penyerahan tiga unit Kapal Rede dari Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Sulawesi Utara. Armada itu digunakan untuk penyeberangan Manado—Bunaken, Bitung—Lembeh, dan Likupang—Gangga—Talise.

Sementara itu, pengembangan juga dilakukan untuk sektor transportasi udara. Sejak 2016, tercatat sejumlah penerbangan langsung dari Manado menuju beberapa kota di China telah dibuka.

Adapun, rute penerbangan langsung yang dibuka dalam 3 tahun terakhir yakni menuju Chongqing, Zengzhou, Macau, Changsa, Tianjin, Wuhan, Nanning, Shenzhen, Chengdu, Guangzhou, dan Shanghai.

Saat ini, Jeffry menyebut masih dilakukan pembangunan di Bandara Miangas, Melonguane, Siau, dan Naha Tahuna. Untuk Bandara Sam Ratulangi, operasional berlangsung 24 jam per hari sejak 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi, sulut

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top