CIMB Niaga Pacu Pertumbuhan Unit Usaha Syariah di Makassar

PT Bank CIMB Niaga terus memacu pertumbuhan unit usaha syariah (UUS) sebagai upaya meningkatkan kinerja perbankan.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:23 WIB

Bisnis.com, MAKASSAR – PT Bank CIMB Niaga terus memacu pertumbuhan unit usaha syariah (UUS) sebagai upaya meningkatkan kinerja perbankan. Makassar menjadi salah satu kota yang disasar untuk memasarkan produk-produk syariah CIMB Niaga Syariah.

S&D Regional Head Kalimantan dan Indonesia Timur CIMB Niaga, Alip Hanoky, mengatakan perbankan syariah kini telah menjadi alternatif utama bagi masyarakat untuk memenuhi beragam kebutuhan finansial yang sejalan dengan prinsip syariah. Momentum itulah, yang mampu dimanfaatkan perseroan sebagai peluang pasar baru.

"Persaingan produk syariah di Makassar itu cukup gesit. Pada 2018, kinerja CIMB Niaga Syariah mampu tumbuh hingga 60%. Dari sisi persentasi memang cukup besar, tapi dari sisi angka masih terbilang minim," ungkap Alip di Makassar, Rabu (21/8/2019).

Kendati demikian, hal itulah yang membuat CIMB Niaga Syariah agar lebih agresif dalam memasarkan produknya ke masyarakat. Menurut Pandji masih banyak potensi yang bisa dilakukan, termasuk melakukan aksi korporasi untuk memacu pertumbuhan UUS di Makassar.

Hingga akhir 2019, CIMB Niaga Syariah menargetkan pertumbuhan laba menembus angka Rp200 miliar, khusus di wilayah kerjanya. Alip mengaku optimistis dengan mengacu pada pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tumbuh di angka 7,01% pada semester 1/2019.

"Kami berharap Makassar mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan UUS kami di tahun ini," kata Alip.

Secara nasional, di semester 1/2019 CIMB Niaga Syariah membukukan pertumbuhan laba sebesar Rp536,38 miliar. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga,Pandji P Djajanegara memaparkan, angka tersebut naik sebesar 64,0% (yoy). Pembiayaan merupakan kontribusi terbesar dari pertumbuhan laba CIMB Niaga Syariah.

Pandji merincikan, pembiayaan CIMB Niaga Syariah pada paruh pertama 2019 tumbuh 31,6% (yoy), yakni menjadi Rp27,96 triliun. Pertumbuhan itu ditopang dari segmen business bankin dan consumer banking, masing-masing tumbuh Rp16,33 triliun dan Rp11,63 triliun.

"Di segmen pembiayaan consumer, saat ini kami juga tengah menggenjot personal financing syariah x-tra Dana iB sebagai alternatif bagi nasabah untuk membiayai beragam kebutuhan personal," kata Pandji.

Sementara dari sisi pendanaan, produk haji menjadi salah satu yang berkontribusi paling besar. Bahkan saat ini, jemaah calon haji (JCH) yang terdaftar melalui CIMB Niaga Syariah mencapai 110.000 orang.

Menurut Pandji, dari produk tersebut rerata perseroan bisa mencatatkan dana sebesar Rp3 triliun.

Adapun hingga Juni 2019, CIMB Niaga Syariah berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp27,17 triliun atau tumbuh sebesar 37,6% dibandingkan periode yang sama pada 2018 lalu. Dengan realisasi kinerja tersebut, sepanjang semester 1/2019 CIMB Niaga Syariah menambah aset menjadi Rp38,22 triliun.

"Nilai itu meningkat 56,9% (yoy). UUS ini mampu berkontribusi sebesar 14,06% terhadap total aset induk usaha dan membawa CIMB Niaga Syariah sebagai bank syariah dengan aset terbesar keempat di Indonesia," terang Pandji. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cimb niaga, makassar

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top