Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manado Fiesta 2019, Ajang Unjuk Toleransi dan Keberagaman

Gelaran Manado Fiesta 2019 dibuka dengan parade dari God Bless Park Manado berujung di Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado. Masyarakat Manado maupun wisatawan turut menyambut acara itu.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 27 Juli 2019  |  23:59 WIB
Salah satu peserta pawai Manado Fiesta - Bisnis/Ilman Sudarwan
Salah satu peserta pawai Manado Fiesta - Bisnis/Ilman Sudarwan

Bisnis.com, MANADO – Gelaran Manado Fiesta 2019 dibuka dengan parade dari God Bless Park Manado berujung di Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado. Masyarakat Manado maupun wisatawan turut menyambut acara itu.

Gelaran pembuka diawali dengan pawai dari berbagai komunitas dan perangkat daerah di Manado. Setiap perwakilan menyuguhkan penampilan dengan adat berbeda, tidak hanya Minahasa, tetapi juga dari etnis lain di Indonesia.

Salah satunya adalah Paguyuban Rukun Warga Siliwangi Manado yang menampilkan adat Sunda. Menurut Ketua Paguyuban Rukun Warga Siliwangi Manado Sultan Ginanjar keikutsertaan mereka adalah yang ketiga kalinya.

“Kami adalah warga Manado asal Jawa Barat dan Banten, kami sudah lama di Manado jadi sudah merasa bagian dari masyarakat Manado. Sebagai bentuk partisipasi kami kepada daerah Manado ini kami ikut dalam kegiatan ini,” kata Sultan, Sabtu (27/7/2019).

Keikutsertaan komunitasnya dalam acara ini difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Manado sebagai penanggung jawab. Rombongannya juga tidak seluruhnya merupakan orang Sunda. Sebagian di antaranya adalah mahasiswa dan perwakilan dinas.

Selain etnis Sunda, masih ada sejumlah etnis lainnya seperti Papua, Jawa Tengah, Toraja, hingga Batak. Tak lupa, daerah tetangga seperti Sulawesi Tengah dan Gorontalo juga hadir dengan kekhasan daerah masing-masing.

Para peserta pawai berjalan menyusuri jalan Boulevard Manado hingga tiba di area Pohon Kasih, Megamas Manado. Kawasan itu merupakan panggung utama acara pembukaan festival yang berlangsung selama 8 hari ini.

Sejak sore hingga petang, parade menjadi tontotan sekaligus hiburan bagi masyarakat Manado. Tampak pula para pelancong dari luar Manado atau dari luar negeri. Mereka cukup antusias untuk mengambil gambar atau berswafoto bersama peserta parade.

Menjelang pukul 19.00 WITA acara di panggung utama dimulai, diawali pembacaan doa dari sejumlah pemuka agama. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan parade peserta melewati panggung utama.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan nilai toleransi menjadi wajah utama yang ingin ditampilkan dalam acara ini. Hal itu merupakan bagian dari pembuktian bahwa Manado merupakan kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi beragama.

“Acara ini adalah acara utama kami dalam acara tahunan, dan ini merupakan tahun ketiga kami menggelar event ini. Kami dedikasikan acara ini dari masyarakat dan Pemkot Manado untuk mendukung kebijakan Provinsi Sulut yang menjadikan Sulut sebagai daerah Pariwisata,” tutur Vicky, Sabtu (27/7/2019).

Acara ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditarget sebanyak 1 juta orang pada 2019. Manado Fiesta juga diharapkan turut mewujudkan target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia pada 2019.

“Festival ini menapilkan dua hal utama, pertama tentang Manado sebagai rumah besar kita yang berisi agama, suku, dan ras yang beragam. Kedua adalah kekayaan laut Bunaken yang sangat indah di Sulawesi Utara,” terang Vicky.

Vicky menerangkan Manado Fiesta tahun ini dikemas dalam tujuh festival. Pada hari pertama atau pada acara pembukaan tema yang diambil adalah fish and coral. Sebagai penutup akan digelar faith festival berbarengan dengan Thanks Giving atau Pengucapan Syukur.

Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani mengapresiasi kegiatan Manado Fiesta. Dia juga mengharapkan acara ini dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata Sulut yang lebih besar di masa mendatang.

“Di mana-mana satu event berlangung apabila didukung pemerintah daerah, dan event itu akan bermanfaat apabila memiliki nilai-nilai di antaranya adalah commercial value yang di dalamnya ada dua yakni media value dan economic value, itulah kunci keberhasilan suatu event,” jelas Ricky.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini. Pemprov Sulut akan mengupayakan agar Manado Fiesta dapat dimasukkan ke dalam 100 Calendar of Events Kemenpar pada tahun depan.

“Di Sulut baru empat Kabupaten dan Kota yang bisa melaksanakan event skala nasional, saya akan minta ke Menpar agar Manado Fiesta masuk ke dalam 100 Calendar of Events. Kami juga akan dorong kabupaten dan kota lainnya untuk bisa membuat event seperti ini,” kata Olly.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top