Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Charoen Pokhphand Dorong Pengembangan Kualitas Guru di Makassar

Kali ini di Sulawesi Selatan, CPFI membekali para guru untuk membantu pembentukan karakter ke-Indonesiaan bagi siswanya. Melalui program "Bakti Pada Guru" (BPG), sebanyak 110 guru di Kota Makassar mengikuti pelatihan yang digelar CPFI di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  15:24 WIB
Charoen Pokphand menggelar pelatihan untuk para guru di Makassar yang dikemas dalam program
Charoen Pokphand menggelar pelatihan untuk para guru di Makassar yang dikemas dalam program "Bakti Pada Guru" di gedung LPMP Sulsel, Rabu (17/7/2019) - Bisnis Indonesia/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR -- PT Charoen Pokphand Indonesia melalui Charoen Pokphand Foundation semakin gencar menyalurkan program CSR. Di mana 75% program CSR Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) disalurkan di sektor pendidikan.

Kali ini di Sulawesi Selatan, CPFI membekali para guru untuk membantu pembentukan karakter ke-Indonesiaan bagi siswanya. Melalui program "Bakti Pada Guru" (BPG), sebanyak 110 guru di Kota Makassar mengikuti pelatihan yang digelar CPFI di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Rabu (17/7/2019).

Sekjen Charoen Pokphand Foundation Indonesia, Andi Magdalena Siadari mengungkapkan, program ini menggandeng Fakultas Psikologi Univesitas Diponegoro Semarang, di mana para guru akan diajak untuk melakukan pengembangan diri yang IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber Akhlak mulia dan berbudi Luhur).

"Progam ini kami laksanakan sebagai wujud bakti kami kepada para. Juga untuk menekankan sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberi yang terbaik kepada bangsa sebagai Guru IDEAL," kata Andi Magdalena di sela-sela pelatihan.

Setelah mengikuti pelatihan program BPG, para guru didorong agar mampu menjadi dambaan peserta didik dan sosok guru yang bisa menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Olehnya itu, dalam pelatihan CPFI menghadirkan sosok guru inspiratif asal Kabupaten Maros.

Andi Magdalena menyebut, kehadiran tokoh guru inspiratif itu diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi peserta guru lainnya untuk menjalankan tugas meski dengan segala keterbatasan. Dalam pelatihan juga diajarkan bagaimana guru bisa mengimplementasikan 5S dalam kesehariannya (Salam, Sapa, Sopan, Senyum, dan Sabar).

Program milik perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak ini telah diikuti 2.224 guru di Indonesia. Ketika pertama kali program ini diluncurkan pada 2017 lalu, perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak ini menyasar 1.000 peserta guru.

"Hingga Juli 2019, program ini sudah digelar di 28 tempat yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Sulsel sendiri memasuki tahun kedua kami melakukan pelatihan BPG," jelas Andi Magdalena.

Pada Juli 2018 lalu, melalui program BPG CPFI  telah meraih anugerah Rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelatihan penguatan pendidikan karakter secara bersambung kepada guru terbanyak. Pemberian Rekor ini dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Tebu Ireng bersamaan dengan pembukaan Bakti Pada Guru Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando menyambut program ini dengan tangan terbuka. Menurutnya, program BPG milik Charoen Pokphand Foundation Indonesia bisa membantu peningkatan kualitas guru di Kota Daeng ini.

Rahman mengatakan, anggaran pendidikan yang dimiliki Makassar tidak cukup memadai untuk menggelar pelatihan karakter bagi para guru. Padahal menurut, perlu ada pembaruan role model bagi guru yang bisa diimplementasikan di sekolah.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Charoen Pokphand Indonesia ini dalam memajukan kualitas guru. Kita butuh Rp600 juta untuk peningkatan kapasitas guru. Sementara ada 8.000 guru di Makassar untuk tingkklat TK, SD, SMP. Budget kita tidak cukup," jelas Rahman.

Ia berharap program ini bisa berlangsung secara berkelanjutan di Makassar. Sebab hal ini merupakan salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi Rahman, tidak akan ada peradaban yang lahir jika tak lagi lahir orang-orang cerdas.

Apalagi, melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2008 menjadi PP Nomor 19 Tahun 2017, Pemerintah berupaya mendorong perubahan paradigma para guru agar mampu melaksanakan perannya sebagai pendidik profesional yang tidak hanya mampu mencerdaskan anak didik, namun juga membentuk karakter positif mereka agar menjadi generasi emas Indonesia dengan kecakapan abad ke-21. (K36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpin pendidikan
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top