Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masyarakat Palu Diminta Tak Lagi Bangun Hunian di Zona Merah

Zona merah mengancam keselamatan warga yang bermukim di sana sehingga akan merepotkan seluruh pihak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  18:52 WIB
Menkopolhukam Wiranto (kedua kiri) bersama rombongan meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) bantuan Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Selain meninjau pembangunan ribuan huntap bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Menkopolhukam turut meletakkan batu pertama pembangunan huntap di Kabupaten Sigi sebagai upaya percepatan rekonstruksi dan pemulihan pasca bencana di Sulawesi Tengah. - Antara/Mohamad Hamzah
Menkopolhukam Wiranto (kedua kiri) bersama rombongan meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) bantuan Yayasan Budha Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Selain meninjau pembangunan ribuan huntap bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Menkopolhukam turut meletakkan batu pertama pembangunan huntap di Kabupaten Sigi sebagai upaya percepatan rekonstruksi dan pemulihan pasca bencana di Sulawesi Tengah. - Antara/Mohamad Hamzah

Bisnis.com, PALU — Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia yang juga Komando Penanganan bencana Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) Wiranto mengimbau warga agar tidak lagi mendirikan hunian di atas kawasan zona merah bencana di daerah tersebut.

"Saya juga mengingatkan karena wilayah Sulawesi Tengah ini juga masuk jalur sesar, maka jangan lagi kita membangun rumah, pemukiman atau pertokoan dan sebagainya di tempat-tempat yang sudah dinyatakan sebagai zona merah," pintanya saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap pengungsi korban bencana Sigi di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (1/7/2019).

Sebab, menurut dia, hal tersebut dapat mengancam keselamatan warga yang bermukim di sana sehingga akan merepotkan seluruh pihak.

Baik warga yang bermukim di kawasan yang dinyatakan sebagai zona merah gempa, tsunami dan likuefaksi maupun pemerintah daerah terlebih pemerintah pusat. "Olehnya carilah tempat-tempat pemukiman yang jauh dari zona merah," pintanya.

Personil TNI bersama sejumlah pekerja mengerjakan pembangunan hunian tetap (Huntap) bantuan Yayasan Budha Tzu Chi bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kelurahan Tondo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/7/2019). Pelibatan anggota TNI tersebut untuk membantu dan mempercepat pembangunan bantuan ribuan Huntap agar segera dapat ditempati oleh masyarakat korban bencana alam di daerah tersebut./Antara-Mohamad Hamzah

Selain itu, ia meminta kepada masyarakat agar ke depan membangun tempat tinggal, toko atau gedung perkantoran yang tahan terhadap gempa.

Mengingat empat daerah di Sulteng itu dilalui oleh sesar yang sewaktu-waktu dapat bergerak atau bergeser yang menyebabkan gempa.

"Tentunya saat membangun rumah harus kita ikuti spesifikasi-spesifikasi dan persyaratan-persyaratan rumah tahan gempa yang telah ditetapkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menkopolhukam Wiranto meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan 1.000 unit huntap di lahan seluas 104 hektare di Desa Pombewe.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Palu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top