Semen Tonasa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sidrap dan Soppeng

Sebanyak 1.638 kepala keluarga atau 5.888 jiwa warga Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  19:39 WIB
Semen Tonasa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sidrap dan Soppeng
Foto udara antrean panjang kendaraan akibat jalan Trans Sulawesi terendam banjir di sepanjang bantaran Sungai Pohara, Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/6/2019). Empat Kecamatan yaitu Sampara, Bondoala, Batu Gong dan Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Pohara dan banjir juga memutuskan jalan Trans Sulawesi penghubung Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah. - Antara/Jojon

Bisnis.com, MAKASSAR — Sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Sulawesi Selatan, PT Semen Tonasa menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada daerah terdampak bencana. Adapun daerah paling parah yakni Kabupaten Sidrap dan Soppeng.

Bertempat di Posko Induk Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir Desa Teteaji Kabupaten Sidrap, bantuan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Seksi CSR PT Semen Tonasa Abdul Kadir F. Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Desa Teteaji Andi Muh. Gusli.

Sementara untuk di Kabupaten Soppeng bantuan diterima oleh Kepala BPPD Soppeng Andi Chairuddin di posko penanganan bencana yang berlokasi di Kantor Camat Lilirilau.

"Sebagai BUMN, manajemen Semen Tonasa menunjukkan komitmen untuk menyalurkan program CSR kami. Bantuan untuk korban banjir bandang ini kami harap bisa memberi banyak manfaat," ungkap Direktur Utama Semen Tonasa, Subhan, Kamis (13/6/2019).

Adapun bantuan yang diberikan berupa mie instan sebanyak 120 karton, air mineral 200 kardus, baju kaos 200 lembar, 200 kaleng biskuit, dan 150 lembar selimut. Subhan berharap bantuan PT Semen Tonasa yang diberikan ini dapat meringankan psikologis warga.

Di mana korban terdampak bencana tidak merasa sendirian dalam menghadapi bencana. Subhan menyebut, banyak pihak yang bersama-sama berusaha meringankan beban yang dipikul akibat bencana.

"Intinya melalui program PT Semen Tonasa Peduli ini kami ingin duduk bersama mereka, membantu meringankan beban mereka, bantuan yang diberikan bermanfaat bagi mereka dan aktivitas perekonomian kembali seperti semula," terangnya.

Kepala BPPD Soppeng Andi Chairuddin menyampaikan apresiasinya kepada manajemen Semen Tonasa. Ia mengatakan, yang dilakukan PT Semen Tonasa tentunya memberi arti kepada para korban terdampak bencana.

"Kami mewakili Pemkab Soppeng berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan Semen Tonasa," ungkap Chairuddin.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare,Sulawesi Selatan Ambo Tuwo mengatakan, kondisi listrik di Kabupaten Soppeng dan Sidrap kini telah pulih 100 persen usai diterjang banjir sejak Sabtu lalu, 8 Juni 2019.

"Setelah bekerja siang malam selama empat hari, akhirnya pasokan listrik berhasil pulih 100 persen," kata dia, Kamis.

Musibah banjir yang melanda Kabupaten Soppeng dan Sidrap beberapa waktu lalu mengakibatkan pasokan listrik ke beberapa wilayah untuk sementara terhenti.

Sementara itu, sebanyak 1.638 kepala keluarga atau 5.888 jiwa warga Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat-tempat pengungsian menyusul musibah banjir yang melanda daerah tersebut dalam sepekan terakhir.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin kepada wartawan di rumah dinas yang difungsikan sebagai posko, Kamis, mengatakan mereka tersebar di enam kecamatan yang terdampak banjir.

"Kami sudah mengirimkan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Sudah didirikan dapur-dapur umum di sekitar lokasi pengungsian," katanya.

Kalau ada lokasi pengungsian yang belum ada dapur umum, kata dia, petugas akan mengirimkan bantuan itu ke lokasi pengungsian.

Pemicu Bencana

Adapun hujan yang memicu banjir di sejumlah wilayah Sulawesi dan Kalimantan dipicu gangguan atmosfer. Gangguan atmosfer dalam bentuk Osilasi Madden Julian menyebabkan hujan ekstrem yang menimbulkan banjir di wilayah Indonesia Timur, kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono R Prabowo.

"Secara umum sebetulnya Indonesia, khususnya bagian selatan ekuator, sedang musim kemarau, tetapi ada gangguan atmosfer dalam bentuk Osilasi Madden Julian yang tumbuh dan berkembang dari Samudera Hindia," katanya di Jakarta, Kamis.

Fenomena Osilasi Madden-Julian (Madden Julian Oscillation/MJO) adalah fluktuasi intra-musiman dari tekanan atmosfer di atas Samudera Hindia dan Samudera Pasifik bagian barat yang bergerak ke arah timur pada daerah tropis.

Mulyono menjelaskan bahwa musim kemarau ditandai dengan adanya dominasi angin dari timur-tenggara di wilayah Indonesia bagian selatan yang menyerbu wilayah-wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa dan Sumatera bagian selatan yang diprediksi bisa berlangsung hingga September-Oktober.

Di tengah musim kemarau tersebut muncul gangguan atmosfer dalam bentuk MJO yang tumbuh dan berkembang dari Samudera Hindia kemudian merambat ke arah timur di sepanjang ekuator, masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan merambat ke tengah lalu bergeser ke bagian timur.

"Ketika melintasi wilayah-wilayah tersebut potensi pertumbuhan awan dan hujan turun menguat, di sisi lain Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT didominasi oleh aliran udara kering dari timur-tenggara atau Australia sehingga potensi pertumbuhan awannya kecil atau sedikit," katanya.

Karena adanya MJO, konsentrasi pertumbuhan awan kuat sehingga hujan-hujan yang terjadi berintensitas tinggi dan berlangsung lama serta berpotensi menimbulkan banjir serta tanah longsor.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka Timur di Sulawesi Tenggara serta sebagian wilayah Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah, menimbulkan kerusakan infrastruktur dan rumah warga serta memaksa sebagian warga mengungsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi

Sumber : Bisnis & Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top