MICE Jadi Tumpuan Jasa Perhotelan Sulawesi Tenggara

Segmen MICE masih menjadi tumpuan industri jasa perhotelan Sulawesi Tenggara dalam menjaga kinerja okupansi secara kumulatif.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 23 April 2019  |  17:03 WIB
MICE Jadi Tumpuan Jasa Perhotelan Sulawesi Tenggara
Fashion show busana muslim pada Indonesia Moslem Fashion Expo di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/3). Acara tersebut diikuti 140 peserta tersebut menargetkan transaksi Rp15 miliar selama empat hari di Claro Hotel Makassar. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, KENDARI — Segmen MICE masih menjadi tumpuan industri jasa perhotelan Sulawesi Tenggara dalam menjaga kinerja okupansi secara kumulatif.

Salah satu pelaku industri perhotelan dengan klasifikasi bintang empat di Sultra, Hotel Claro Kendari mengakui segmen MICE memberikan kontribusi hingga 40% terhadap struktur kinerja.

GM Claro Kendari Syahril mengatakan komposisi MICE itu sebagian besar merupakan penyelenggaraan dari instansi pemerintahan sedangkan sisanya dari korporasi.

Kemudian selain MICE, tingkat okupansi juga didukung pemanfaatan jasa akomodasi oleh segmen wisatawan, lalu segmen F&B, tamu walk in serta lainnya yang ikut berkontribusi terhadap kinerja pendapatan hotel.

"Namun memang butuh effort yang luar biasa untuk lebih mengoptimalkan ceruk pasar jasa perhotelan di Kendari. Pemda juga semestinya sudah lebih atraktif membuat event-event skala besar untuk lebih menarik orang berkunjung ke Sultra," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (23/4/2019).

Adapun untuk kinerja Claro Kendari di awal 2019 ini, lanjut Syahril, relatif masih tertahan sejalan dengan historikal grafik industri yang relatif lesu untuk awal tahun atau masih berada pada kondisi low season.

Kendati demikian, kondisi tersebut sedikit tertolong oleh aktivitas kampanye yang cukup aktif beberapa waktu terakhir serta MICE yang ikut memberikan kontribusi terhadap kinerja perhotelan.

Sebagai informasi, Claro Kendari merupakan afiliasi dari Phinisi Hospitality Indonesia (PHI), jejaring perhotelan yang berbasis di Kota Makassar.

Claro Kendari sendiri memiliki kapasitas sekitar 220 kamar serta dilengkapi dengan fasilitas konvensi yang bisa mengakomodir penyelenggaraan MICE hingga skala besar.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, dikutip Selasa (23/4/2019), mencatat okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berklasifikasi bintang di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Februari 2019 hanya 33,74% atau mengalami penurunan sebesar 17,20 poin dibandingkan TPK Januari 2019 yang tercatat 50,94%.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Hotel Bintang untuk Februari 2019 tercatat 38,73% atau terkoreksi 12,68 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya Januari 2019 yang 51,41%.

Demikian pula rata-rata menginap tamu domestik maupun turis pada hotel-hotel bintang di Sultra hanya 1,54 hari atau mengalami penurunan sebesar 0,35 poin jika dibandingkan dengan Januari 2019 yang tercatat 1,89 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan, sulteng

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top