Sulut Masih Kekurangan Kamar Hotel untuk Wisatawan

Dinas Pariwisata Sulawesi Utara menyatakan bahwa kamar hotel yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  18:50 WIB
Sulut Masih Kekurangan Kamar Hotel untuk Wisatawan
Ilustrasi: Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu hotel di Malang, Jawa Timur, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, MANADO—Dinas Pariwisata Sulawesi Utara menyatakan bahwa kamar hotel yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Daniel Mewengkang, Kepala Dinas Pariwisata Sulut, mengatakan total kamar hotel yang tersedia di Bumi Nyiur Melambai adalah 8.000 kamar. Menurutnya, jumlah kamar tersebut belum ideal dan perlu tambahan sekitar 2.000 kamar lagi.

“Butuh tambahan sekitar 30%, sekarang kan ada 8.000 rooms, jadi yang kita cocoknya ada 10.000, karena kan rooms itu selalu okupansinya itu paling hebat itu 60%—70%, karena kalau sudah lewat itu dia tidak bisa bikin acara lagi,” jelasnya, Sabtu (17/3/2019).

Namun demikian, Daniel mengharapkan penambahan kamar di Sulut tidak hanya untuk kamar hotel saja, tetapi juga untuk kamar penginapan. Menurutnya, investasi yang dibutuhkan untuk penginapan tidak terlalu besar sehingga risiko lebih kecil.

Homestay giliran dia tutup, tidak ada masalah, tapi kalau hotel dia tutup investor stres toh. Dia punya investasi dana yang panjang, kalau dia putus maka selesai, kalau homestay, dia tetap kamarnya dia, tidak ada yang keluar dari situ,” kata Daniel.

Pada Januari, tingkat pemenuhan kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut mencapai 68,56%, meningkat dibandingkan Desember. Secara tahunan, TPK pada Januari juga lebih meningkat 13,81% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Menurut klasifikasi bintang, TPK hotel bintang 2 pada Januari mencapai 93,05% dan merupakan TPK tertinggi. Sementara itu, TPK hotel bintang 4 sebesar 72,20%, diikuti hotel bintang 3 sebesar 66,56%, hotel bintang 1 sebesar 56,61%, dan hotel bintang 5 sebesar 37,08%.

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing pada hotel berbintang sepanjang Januari mencapai 4,27 hari meningkat 0,98 poin dibandingkan dengan Desember 2018 sebesar 3,29 hari. Sementara itu, RLMT Indonesia pada Januari mencapai 2,59 hari meningkat 0,89 poin dibandingkan  bulan Desember 2018.

Adapun, secara keseluruhan RLMT pada Januari adalah 2,83 hari, meningkat 0,94 poin jika dibandingkan dengan posisi Desember yang mencapai 1,89 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhotelan, sulut

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top