Produktivitas Tanaman Perkebunan di Sulut Perlu Dipacu

Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara Refly Ngantung mengatakan produktivitas tanaman perkebunan di daerah ini terus ditingkatkan untuk mendorong kesejahteraan petani.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  21:23 WIB
Produktivitas Tanaman Perkebunan di Sulut Perlu Dipacu
Ilustrasi tanaman kakao, salah satu produk perkebunan unggulan Sulawesi Utara. - Bisnis.com

Bisnis.com, MANADO – Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Utara Refly Ngantung mengatakan produktivitas tanaman perkebunan di daerah ini terus ditingkatkan untuk mendorong kesejahteraan petani.

"Peningkatan produktivitas tersebut dilakukan melalui beberapa langkah seperti intensifikasi, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pengembangan perbenihan, peremajaan hingga pelatihan dan pembimbingan teknis petani," kata Ngantung di Manado, Kamis (28/2/2019).

Dinas Perkebunan telah mengintensifikasi tanaman kakao (100 hektare), tanaman aren (100 hektare), tanaman cengkeh (200 hektare), tanaman pala (200 hektare) serta rehabilitasi tanaman kopi seluas 22 hektare.

Selanjutnya, telah dilakukan pengendalian OPT tanaman tahunan dan penyegar penyegar (625 hektare), pengendalian OPT tanaman semusim dan rempah (300 hektare), serta pengamatan OPT kelapa dan cengkeh seluas 100 hektare.

Sementara, pengembangan perbenihan dan pembibitan dilakukan di lima kebun sumber benih, peremajaan tanaman kelapa (250 hektare), serta peremajaan tanaman kakao (120 hektare).

Refly mengatakan peningkatan produktivitas tanaman perkebunan juga harus dibarengi dengan berkembangnya kompetensi petani.

"Kita melaksanakan pelatihan petani dan pelaku agribisnis untuk 240 orang, bimbingan teknis pemberdayaan petani bagi 120 petani. Kita tingkatkan kapasitas mereka," ujarnya.

Bahkan, tuturnya, untuk membantu dari sisi pengolahan, telah disalurkan sebanyak 32 unit pengolahan hasil, bimbingan teknis pengolahan hasil produksi perkebunan untuk 120 petani serta mempromosikannya di tiga kegiatan pameran.

Konservasi lahan, lanjutnya, dilaksanakan melalui pembuatan rorak, pengembangan optimasi lahan tanaman kopi seluas 200 hektare, pembangun embung untuk konservasi air sebanyak dua paket serta membangun sumur resapan untuk lahan cengkeh sebanyak tiga unit, ujar Ngantung.

"Perbenihan, peremajaan, rehabilitasi, intensifikasi dan perluasan areal perkebunan, serta pengembangan wilayah-wilayah tanaman perkebunan sesuai dengan potensi berdasarkan kesesuaian lahan. Sementara pengendalian perluasan tanaman perkebunan dimaksudkan agar tidak merusak lingkungan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perkebunan

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top