BNI Wilayah Makassar Fasilitasi Pedagang Kaki Lima

PKL memeroleh pembiayaan lunak. Mereka juga mendapat keringanan retribusi tatkala belum mencapai jumlah pendapatan tertentu.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  16:49 WIB
BNI Wilayah Makassar Fasilitasi Pedagang Kaki Lima
Kawasan PKL Kanrerong Karebosi. - Bisnis/Andini Ristyaningrum.

Bisnis.com, MAKASSAR – Peningkatan kapasitas pedagang kaki lima atau PKL di Kota Makassar mendapat dukungan dari pihak perbankan. PT Bank Negara Indonesia Tbk. Wilayah Makassar bakal menyalurkan bantuan berupa pembiayaan lunak bagi PKL.

Bersama Pemerintah Kota Makassar, BNI Wilayah Makassar akan menciptakan ekosistem PKL yang melek akan produk perbankan. Komitmen itu dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang diteken oleh BNI Wilayah Makassar dan Pemkot Makassar.

CEO BNI Wilayah Makassar, Faizal Arief Setiawan mengatakan, fasilitas yang diberikan tak hanya berupa krdeit lunak tetapi juga pendampingan atau capacity building kepada PKL.

"Program yang dijalankan bersama pemkot ini juga akan dikolaborasikan dengan perluasan budaya gerakan non tunai, sehingga para PKL lebih efesien dan modern dalam menjalankan kegiatan usahanya," jelas Faizal usai penandatanganan MoU, Kamis (21/2/2019).

Faizal memaparkan, secara umum MoU yang diteken mencakup beragam aspek, di mana nantinya bermuara pada kualitas dan kapasitas PKL yang berada dalam sasaran program.

Adapun PKL yang mendapat fasilitas tersebut adalah PKL di kawasan Lapangan Karebosi. Diketahui, kawasan ini menjadi lokasi dipusatkannya PKL Makassar yang didorong. Kawasan yang kemudian diberi nama Kanrerong ini merupakan program pusat kuliner yang digagas pemerintah kota.

Kanrerong Karebosi mengandalkan kuliner khas Makassar yang mendapat dukungan dari Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto. Kuliner khas Makassar diyakini mampu menjadi kekuatan ekonomi dengan penunjang utamanya bersumber dari eksistensi PKL.

"Apalagi dengan masuknya BNI memberikan fasilitas pembiayaan termasuk capacity building, tentu akan lebih mengoptimalkan Kanrerong Karebosi kedepannya," kata Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto.

Diterangkan Danny, Kanrerong Karebosi menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil. Menurutnya, pemerintah harus mengambil peran strategis.

Dalam hal ini, pemerintah hadir sebagai jembatan. Danny menilai, kehadiran PKL bisa diberdayakan untuk menjadi potensi yang besar terhadap perekonomian Kota Makassar.

"Apalagi pemerintah telah memfasilitasi dengan dipusatkannya PKL di area termahal di Makassar, semua diberikan secara gratis," ungkap Danny.

Ia merincikan, jika sebelumnya PKL yang hanya beromzet Rp200.000, ditargetkan dengan adanya Kanrerong Karebosi mozet PKL akan meningkat hingga Rp1juta atau Rp2juta per malam. Dan jika hal itu belum tercapai, PKL tidak akan dikenakan retribusi.

"Tidak ada retribusi dipungut sebelum penghasilan Rp1 juta per malam," tegas Danny.

Sebagi informasi, fasilitas di kawasan Kanrerong Karebosi dibangun pemerintah anggaran sebesar Rp9 miliar. Sebanyak 270 lapak yang disediakan untuk PKL.

Danny juga menyebut proyeksi kontribusi dari PKL di Kanrerong bisa mencapai Rp17 miliar dengan catatan capaian omzet yang menyentuh Rp1 juta-Rp2juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, makassar

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top