61 Persen Desa di Gorontalo tak Miliki Sarana Air Minum Memadai

Provinsi Gorontalo mendata baru sebanyak 214 desa yang telah memiliki sarana air minum yang berfungsi dalam kurun waktu 2008 hingga 2017. Jumlah tersebut baru mencapai 29,19% dari total desa yang terdapat di Gorontalo yang mencapai 733 desa
Deandra Syarizka | 28 November 2018 16:04 WIB
Sejumlah pekerja mencoba memasang kembali sambungan pipa PDAM yang patah dan rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Polohungo, Kabupaten Gorontalo, Jumat (28/10). - Antara/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendata baru sebanyak 214 desa yang telah memiliki sarana air minum yang berfungsi dalam kurun waktu 2008 hingga 2017. Jumlah tersebut baru mencapai 29,19% dari total desa yang terdapat di Gorontalo yang mencapai 733 desa.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menjelaskan, pelayanan air minum dan sanitasi menjadi urusan wajib Pemerintah daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Meskipun sudah dibentuk BP-SPAMS yang tersebar di masing-masing desa melalui program Pamsimas [Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat] tetapi sampai dengan saat ini sarana air minum yang berfungsi dengan baik dari tahun 2008-2017 baru ada 214 desa. Sarana air minum dan sanitasi yang berfungsi sebagian ada 60 desa, dan sarana yang tidak berfungsi 69 desa,”ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (28/11/2018).

Untuk mendorong pengelolaan air minum dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) yang baik, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas PUPR menggelar lomba Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS).

Lomba diikuti oleh 15 BP-SPAMS desa di 5 kabupaten se Provinsi Gorontalo. Setiap kabupaten mengutus 5 BP-SPAMS yang dipandang terbaik pengelolaan air minum dan sanitasi di daerah masing-masing.

Darda menyatakan, lomba BP-SPAMS diharapkan dapat pemicu masyarakat dan pemerintah desa untuk memaksimalkan pengelolaan sarana air minum. Tujuannya masyarakat bisa akses 100 persen air minum dan 100 persen sanitasi layak.

“Saya harap BP-SPAMS bisa menjalin kerjasama dengan semua pihak dengan pemerintah maupun pihak swasta guna mewujudkan akses 100 persen air minum dan 100 persen sanitasi layak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiarto mengatakan, lomba BP-SPAMS ini dilakukan beberapa tahapan kegiatan yakni dari pembentukan panitia lomba, penentuan tim juri, penyepakatan kriteria penilaian, penilaian lomba, penentuan 6 BP-SPAMS terbaik, presentasi 6 BP-SPAMS terbaik, penentuan juara dan terakhir penyerahan hadiah.

“Beberapa tahapan kegiatan sudah kita laksanakan dan hari ini adalah tahapan presentasi 6 BP-SPAMS terbaik sekaligus penentuan juara BP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.

 

 

 

Tag : gorontalo
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top