Balai Taman Nasional Wakatobi Evakuasi Paus Mati Membusuk di Perairan Kapota

Tim Balai Taman Nasional Wakatobi mengevakuasi seekor paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi.
Yanuarius Viodeogo | 21 November 2018 06:44 WIB
Paus sperma - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim Balai Taman Nasional Wakatobi mengevakuasi seekor paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi. 

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi Heri Santoso mengatakan, dari hasil peninjauan lapangan, jenis paus yang terdampar merupakan Paus Sperma atau Physeter Macrocephalus, memiliki ukuran panjang kurang lebih 9,5 meter, dan lebar kurang lebih 437 cm.

"Proses evakuasi dilakukan bersama dengan mitra WWF, tim dosen Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan (AKKP) Wakatobi, serta masyarakat sekitar," kata Heri dari siaran pers KLHK, Senin (19/11/2018). 

Dia mengatakan, tim menemukan paus tersebut sudah dalam keadaan mati, sudah mulai membusuk dan akan dikubur di sekitar pantai Kolowawa, Desa Kapota Utara. 

"Proses tersebut kami lakukan saat air pasang, sehingga memudahkan dalam penarikan bangkai ke darat. Tindakan penguburan dilakukan guna mendapatkan spesimen Paus, yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendidikan, dan penelitian di kampus AKKP Wakatobi. Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebab kematian dari paus sperma tersebut

Sementara itu, menurutnya, dari hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gram atau 115 buah, plastik keras 140 gram atau 19 buah, botol plastik 150 gram atau 4 botol.

Kemudian, kantong plastik 260 gram atau 25 kantong, serpihan kayu 740 gram atau 6 potong, sandal jepit 270 gram atau 2 sandal, karung nilon 200 gram atau 1 karung, tali rafia 3.260 gram atau lebih dari 1.000 tali. 

Tag : paus
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top