Aktivitas Perdagangan di Palu Mulai Berdenyut Kembali

Oleh: Newswire 04 Oktober 2018 | 17:16 WIB
Aktivitas Perdagangan di Palu Mulai Berdenyut Kembali
Warga menunggu pembeli di antara reruntuhan bangunan akibat gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). Sejumlah warga korban gempa mulai berjualan seperti bahan makanan untuk kebutuhan masyarakat./Antara-Abriawan Abhe

Bisnis.com, MAKASSAR – Perekonomian di Kota Palu di hari kelima pascagempa mulai berjalan, sejumlah pasar tradisional di kota itu mulai berakivitas kembali karena mendapat pengawalan ketat dari personel TNI Angkatan Darat di back up anggota Polri untuk mengamankan situasi yang mulai membaik aktif bencana 28 September 2018.

"Sudah mulai kita berjualan karena ada tentara yang menjaga keamanan. Sudah banyak pembeli membeli barang kebutuhan makanan," kata Desy pedagang pasar Inpres di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018).

Menurut dia, hadirnya aparat di sekitar lokasi pasar membuat para pedagang lebih aman dari ganguan oknum orang tidak bertanggungjawab untuk mengambil hak yang bukan miliknya.

Meski demikian, pasokan barang untuk di jual seperti sayur-mayur, kebutuhan bahan pokok dan pangan lainnya terus berkurang sehingga memengaruhi harga kebutuhan dasar.

"Harga tentu sedikit naik karena stok berkurang, barang sedikit peminat banyak maka akan berpengaruh dengan harga," ujarnya.

Untuk harga sayur biasanya satu ikat di jual seharga Rp3.000 tapi naik menjadi Rp7.000 begitupun harga cabai, tomat, serta cabai merah keriting juga ikut naik. Kendati harga naik namun masyarakat tetap membeli kebutuhan pokoknya.

Sementara di pasar sentral Kota Palu juga mulai terlihat banyak pedagang membuka lapaknya, mereka merasa aman karena dijaga tentara bersenjata lengkap siap menghalau dan menangkapi oknum yang ingin mengacaukan sistem perekonomian yang mulai pulih.

"Aman pak, semua dijaga. Tentara sering berpatroli keliling pasar menjaga keamanan, pembeli juga semakin ramai disini," kata Anwar salah seorang pedagang.

Pria Bugis asal Kabupaten Pinrang ini sudah lama berjualan di pasar tersebut mengemukakan hadirnya aparat keamanan di pasar membuat ketenangan bukanhaya penjual tapi pembeli.

Sebelumnya, Kapendam XlII Merdeka Kolonel Infrantri, Thohir saat memberikan keterangan di Makorem 132 Tadulako, Palu, menegaskan telah dilakukan penambahan pasukan untuk mengamankan kota serta daerah terdampak gempabumi disertai tsunami di Kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi.

Menurutnya, penambahan pasukan tersebut untuk memperkuat sistem keamanan kota dan daerah terdampak gempa agar situasi dan kondisi menjadi lebih kondusif, mengingat banyaknya perilaku oknum yang melakukan pelanggaran hukum menjarah bukan lagi makanan tapi barang-barang lainnya.

Dengan jumlah tersebut maka pengamanan distribusi logistik, serta pengamanan Kota Palu dan daerah terdampak seperti Kabupaten Donggala, Sigi dan wilayah sekitar lainnya.

Sedangkan jumlah awal pasukan yang ditempatkan di Sulteng, kata dia, sebanyak 2.650 personil, dinilai belum mampu mengawal pemulihan pascagempa karena luasnya daerah yang terdampak gempa.

Sementara untuk pasukan yang diterjunkan dari Batalyon Kesehatan 1 Devisi Kostrad, Batalyon Kesehatan 2 dari Devisi 2 Kostrad, Personel Kesehatan Kodam XIII Merdeka, Pasmar 1, Pasmar 2, Paskhas, Marinir dan satuan Brigif 3 Kodam XIV Hasanuddin.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya