Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Stok Beras di Makassar Tercukupi Hingga Ramadan Meski Harganya Masih Mahal

Pemkot Makassar dan Perum Bulog telah memastikan ketersediaan beras di Makassar aman hingga Ramadan.
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020)./Bisnis-Nurul Hidayat
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020)./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, MAKASSAR - Perum Bulog Cabang Makassar memastikan ketersediaan beras di gudangnya masih aman hingga Ramadan tahun ini untuk menyediakan kebutuhan beras kepada masyarakat Makassar, dengan stok tersedia yang saat ini mencapai 9.600 ton.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Makassar Karmila Hasmin Marunta mengatakan jumlah tersebut bahkan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan kedepan. Oleh karena itu pihaknya telah siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan berlangsung.

"Itu jumlah untuk beras medium ya, kalau premium tidak bisa stok terlalu banyak. Tapi itu sudah cukup mengcover semuanya," paparnya kepada wartawan, Rabu (28/2/2024).

Karmila menambahkan, meskipun harga beras di Makassar saat ini mengalami kenaikan, namun ketersediaan stok yang cukup diharapkan dapat membantu dalam menjaga stabilitas pasokan.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Alamsyah Sahabuddin mengatakan pihaknya juga memastikan kalau stok beras di wilayahnya masih tercukupi setidaknya hingga Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik meskipun saat ini harga beras masih relitif tinggi.

"Kalau stok masih aman, sampai Ramadan aman. Memang sekarang ada peningkatan harga, tetapi yang jauh lebih penting sebenarnya adalah ketersediaannya," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (28/2/2024).

Dia mengatakan mahalnya harga beras di Makassar adalah imbas dari belum terjadinya panen di daerah sentra padi seperti Sidrap maupun Pinrang. Sehingga berdampak di daerah tujuan distribusi seperti Makassar yang mengakibatkan harganya melambung.

Meskipun begitu, Alamsyah mengaku pihaknya tengah melakukan operasi pasar guna menstabilkan kembali harga beras di pasaran.

"Kita mulai lakukan operasi pasar. Kalau penyebab mahalnya harga karena belum masuk bulan panen. Diperkirakan awal bulan Maret baru akan panen," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper