Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beras di Makassar Makin Mahal, Harganya Melonjak Hingga 10%

Harga beras di wilayah ini juga tercatat masih jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10.900-Rp11.800 perkilogram untuk beras medium.
Salah satu pedagang beras di Pasar Pabaeng-baeng Makassar./Bulog
Salah satu pedagang beras di Pasar Pabaeng-baeng Makassar./Bulog

Bisnis.com, MAKASSAR - Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami lonjakan sejak sekitar sepekan terakhir. Beras medium tercatat mengalami lonjakan harga paling tinggi dengan kenaikan hingga 10%.

Selain mengalami lonjakan, harga beras di wilayah ini juga tercatat masih jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10.900-Rp11.800 perkilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 perkilogram untuk beras premium.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Sambung Jawa Makassar, Rudi mengatakan, per-Senin (26/2/2024) dirinya menjual beras medium di angka Rp15.000 perkilogram. Harganya lebih tinggi jika dibandingkan pekan lalu yang hanya Rp13.500 perkilogram.

Sementara untuk beras premium, tercatat Rudi menjualnya di harga Rp16.000, naik jika dibandingkan pekan lalu yang hanya dijual seharga Rp15.000 perkilogram.

"Naik harganya karena dari distributor juga dinaikkan harganya. Saya tidak tahu pasti kenapa (penyebab kenaikan) tapi ada yang bilang prosuksi beras lagi menurun," ungkapnya kepada Bisnis, Senin (26/2/2024).

Selain di Pasar Sambung Jawa, beberapa pasar tradisional di kota ini juga mencatatkan kenaikan harga beras. Seperti di Pasar Terong, harga beras medium dan premium juga mengalami lonjakan sejak beberapa hari terakhir.

Salah satu pedagang Pasar Terong, Jumriah mengatakan saat ini dirinya menjual beras medium dengan harga Rp14.000 perkilogram, lebih tinggi jika dibandingkan sejak lima hari lalu yang hanya Rp13.000 perkilogram. Sedangkan untuk beras premium, dia menjualnya seharga Rp16.000 perkilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp15.000 perkilogram.

"Saya naikkan harga beras karena terpaksa, harga dari distributor naik juga soalnya. Kalau saya maunya ya jangan naik. Tolong pemerintah perhatikan ini harga beras," serunya.

Sebelumnya Kepala Bagian Administrasi Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Makassar Dahliana Tanur mengatakan terus memantau pergerakan harga beras yang terus naik, terutama di tingkat petani dan produsen.

Pihaknya masih akan melakukan pendalaman untuk memastikan bahwa harga tidak dimanipulasi oleh para pelaku usaha. Pendalaman ini difokuskan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras.

"Dari sini (pendalaman) kami akan melakukan tindakan sesuai kewenangan. Saya berharapnya sih harga beras yang ada di pasaran saat ini bukan karena ada yang sedang bermain harga," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper