Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sultra akan Beri Subsidi Penerbangan ke Wakatobi Senilai Rp2 Miliar

Subsidi ini untuk memaksimalkan akses menuju destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.
Seorang nelayan memancing ikan di perairan Pulau Wangi-wangi, Ibu Kota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (9/5/2023)./Bisnis-Dionisio Damara
Seorang nelayan memancing ikan di perairan Pulau Wangi-wangi, Ibu Kota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Selasa (9/5/2023)./Bisnis-Dionisio Damara

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana memberikan bantuan subsidi penerbangan ke Pemerintah Kabupaten Wakatobi senilai Rp2 miliar untuk memaksimalkan akses menuju destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Asrun Lio mengatakan pihaknya telah menyepakati adanya alokasi anggaran tersebut dari hasil rapat koordinasi antara Pemprov Sultra bersama Pemkab Wakatobi dalam bentuk subsidi. Bahkan pihaknya juga siap memberi subsidi Rp4,5 miliar untuk kelancaran penerbangan dari Kendari menuju Wakatobi.

"Jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Wakatobi kian meningkat tiap tahunnya, makanya kita akan memberikan perhatian penuh untuk pengembangan wisata terutama dalam proses pelayanan diberikan," paparnya, Selasa (23/1/2024).

Dia menambahkan, anggaran tersebut nantinya bisa digunakan untuk peningkatan akses pelayanan transportasi, termasuk membuat konektivitas secara bertahap. Misal untuk pembukaan penerbangan langsung dari Makassar - Wakatobi ataupun dari Denpasar-Wakatobi.

Hal tersebut akan dibarengi dengan perbaikan berbagai fasilitas maupun infrastruktur, koordinasi pihak-pihak terkait, hingga promosi pariwisata. Sehingga ke depannya diharapkan bisa semakin mendongkrak jumlah wisatawan Wakatobi dan merangsang tumbuhnya destinasi wisata lain yang ada di Sultra.

"Meskipun begitu, tetap ada beberapa tantangan yang mesti kita perhatikan, misal harga avtur yang cukup tinggi bisa berdampak pada keterjangkauan harga tiket oleh masyarakat. Oleh karena itu ke depannya harus ada komitmen bersama dengan stakeholder lainnya supaya tidak memicu tingginya inflasi," jelasnya


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper