Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inseminasi Buatan di Sulsel Dipacu Guna Dongkrak Produksi Ternak

Program pengembangan akan pertama kali diaplikasikan di Pucak, Kabupaten Maros.
Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon mengumumkan kelahiran dua ekor sapi Belgian Blue. Sapi tersebut lahir dari hasil proses inseminasi buatan atau kawin suntik/JIBI.
Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon mengumumkan kelahiran dua ekor sapi Belgian Blue. Sapi tersebut lahir dari hasil proses inseminasi buatan atau kawin suntik/JIBI.

Bisnis.com, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan berupaya meningkatkan populasi ternak di wilayahnya melalui program inseminasi buatan, terutama untuk ternak besar, seperti sapi, kambing dan kuda.

Program tersebut akan coba diaplikasikan pertama kali di kawasan Pucak, Kabupaten Maros karena wilayahnya dinilai memiliki iklim yang cocok dan jauh dari pemukiman penduduk. Apalagi di wilayah tersebut telah ada UPT Pelayanan Inseminasi Buatan dan Produksi Semen (PIBPS) dan UPT Pembibitan Ternak dan Hujan Pakan Ternak, yang telah memiliki laboratorium dengan fasilitas dukungan terhadap penerapan metode ini.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan, dengan laboratorium yang dimiliki pihaknya saat ini, pengembangan pembibitan hewan ternak dalam jumlah banyak dengan metode inseminasi buatan telah dapat dilakukan. Misal satu sapi jantan yang menghasilkan sperma dapat disuntikkan ke-200 ekor sapi betina, sehingga dinilai lebih murah dan efektif jika dibandingkan dikawinkan secara manual.

Rencananya bibit dari hasil rekayasa pembuahan ini nantinya bisa diberikan secara gratis ke peternak supaya mereka bisa membudidaya ternaknya lebih baik dan menghasilkan jumlah yang lebih banyak.

"Di Jeneponto ternak kuda kita, dalam sebulan itu sekitar 900 ekor dipotong, karena itu kita mendorong untuk program inseminasi buatan pada kuda di Sulsel supaya produksinya meningkat. Namun, hal yang perlu diperhatikan jika mengaplikasikan metode ini adalah dukungan seperti ketersedian air, pakan, listrik, alat teknologi dan sumber daya manusia yang cukup," paparnya, Senin (16/10/2023).

Bahtiar menambahkan, program inseminasi buatan nantinya tidak hanya berfokus pada ternak besar, namun juga ternak kecil seperti unggas. "Misalnya untuk unggas belibis yang jadi salah satu hewan khas kita, itu perlu juga. Hari ini masih ada, tapi ini perlu kita kembangkan," kata Bahtiar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Sulsel Nurlina Saking menambahkan, luas lahan yang tersedia di Pucak mencapai sekitar 86 hektare. Di lokasi tersebut, saat ini belum ada kegiatan inseminasi buatan pada kambing dan kuda. Namun ke depannya hal tersebut akan diadakan dan dikembangkan.

Saat ini di lokasi tersebut digunakan untuk memproduksi semen beku teknologi inseminasi buatan dalam upaya mempercepat populasi.

Sementara saat ini, jumlah populasi sapi di Sulsel tercatat ada sebanyak 1,4 juta ekor dan kambing sekitar 800.000 ekor. Metode inseminasi buatan ini pun diharapkan bisa lebih meningkatkan produksi peternakan tersebut. "Saya pikir ini inovasi untuk mengembalikan kejayaan peternakan kita yang selalu punya keunikan, ada suatu produk inklusif dan apalagi ada nilai intrinsiknya," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper