Ekonomi Sulsel Tumbuh 5 Persen, Jasa Keuangan Masih Tertekan

Hampir semua lapangan usaha di Sulsel mengalami pertumbuhan, kecuali jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi 0,78 persen.
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan./JIBI
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan II/2023 tercatat tumbuh 5,00 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Lapangan usaha pertambangan dan penggalian menjadi sumber pertumbuhan ekonomi paling tinggi sebesar 20,7 persen.

Kepala BPS Sulsel Aryanto mengatakan wilayah ini memang masih cukup baik untuk sektor pertambangan dengan adanya tambang nikel yang ada di Luwu Timur. Pada Semester II/2023, Dia menambahkan produksi nikel matte salah satu perusahaan di Sulsel mencapai 16.900 metrik ton atau meningkat 35 persen dibanding Semester II/2022.

Kondisi ini mendorong tingginya nilai ekspor dari komoditas ini dan mempengaruhi kuatnya sektor pertambangan Sulsel yang mampu memberi andil paling besar terhadap perekonomian. "Ekspor nikel mendominasi ekspor Sulsel selama ini dengan share sebesar 58,81 persen sepanjang 2023," paparnya, Senin (7/8/2023).

Aryanto menambahkan, pada triwulan kedua ini, hampir semua lapangan usaha di Sulsel mengalami pertumbuhan, kecuali jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi 0,78 persen. Sementara lapangan usaha lainnya tercatat menguat.

Selain pertambangan dan penggalian, lapangan usaha lain yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya yang tumbuh 17,79 persen, administrasi pemerintah tumbuh 15,65 persen, jasa perusahaan tumbuh 14,18 persen, serta jasa kesehatan tumbuh 12,81 persen.

Jika melihat dari struktur PRDB selama triwulan II/2023, lapangan usaha yang mendominasi adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 23,23 persen; perdagangan besar dan eceran sebesar 14,31 persen; konstruksi sebesar 12,82 persen; serta industri pengolahan sebesar 12,18 persen.

Sementara ekonomi Sulsel jika dibandingkan dengan triwulan I/2023 (q-to-q) tumbuh optimis sebesar 8,09 persen. Seluruh kategori lapangan usaha tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tumbuh sebesar 34,37 persen.

Sedangkan ekonomi Sulsel secara kumulatif selama semester I/2023 dibanding semester I/2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,14 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi hampir pada seluruh lapangan usaha, kecuali pada lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi. 

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada semester I/2023 adalah pertambangan dan penggalian sebesar 17,90 persen; disusul oleh jasa lainnya sebesar 11,48 persen; dan jasa perusahaan sebesar 10,25 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper