Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bulog Distribusikan 22.914 Ton Beras di Sulselbar Sejak Awal 2023

Distribusi dilakukan melalui operasi pasar untuk meredam kenaikan harga beras, mengingat saat ini ketersediaan barang di pasar belum banyak.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 20 Januari 2023  |  15:08 WIB
Bulog Distribusikan 22.914 Ton Beras di Sulselbar Sejak Awal 2023
Calon pembeli mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Perum Bulog telah mendistribusikan 22.914 ton beras pada operasi pasar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) sejak awal Januari 2023.

Bahkan, perseroan telah menyiapkan stok beras medium sebanyak 36.000 ton untuk operasi pasar di awal tahun ini.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulselbar Bakhtiar AS mengatakan upaya ini untuk meredam kenaikan harga beras di pasaran pada awal 2023, mengingat saat ini belum panen raya sehingga ketersediaan barang di pasar belum banyak.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia dengan harga terjangkau di tengah perubahan harga. Sekarang ini memang belum panen raya sehingga ketersediaan barang di pasar belum banyak, menyebabkan adanya perubahan harga," ungkap Bakhtiar di Makassar, Jumat (20/1/2023).

Pihaknya mematok untuk beras kelas medium seharga Rp9.450/kg. Dalam kemasan 5 kg, beras tersebut hanya bisa dijual pedagang dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp47.250.

"Harga beras Bulog untuk kelas medium ini masih lebih rendah dari harga pasaran lainnya yang kini mencapai Rp10.000/kg hingga Rp12.000/kg. Langkah ini diharapkan supaya harga beras di pasaran akan segera turun," katanya.

Bakhtiar menambahkan upaya ini juga sekaligus memenuhi arahan pemerintah dalam stabilisasi harga, memastikan operasi pasar yang sudah berjalan pada 2022 makin digencarkan lagi tahun ini, dan guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap berada pada kondisi stabil atau tidak mengalami lonjakan yang tinggi.

Sementara untuk kedepannya, Bulog akan terus aktif maksimalkan penyerapan pada saat panen raya mendatang yang diperkirakan pada Maret ini. Harapannya semua stok cadangan beras pemerintah bisa terpenuhi dari wilayah Sulawesi Selatan sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog Harga Beras operasi pasar
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top