Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

16.930 Konverter Kit BBM ke LPG Dibagikan di Sulsel dan Sultra

Program tersebut menjadi bagian dari transisi energi skala mikro untuk membuat petani dan nelayan semakin efisien dalam menggunakan bahan bakar.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 04 Desember 2022  |  10:03 WIB
16.930 Konverter Kit BBM ke LPG Dibagikan di Sulsel dan Sultra
Program Konversi BBM ke LPG untuk petani di Jeneponto, Sulsel. - Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Komisi VII DPR RI dan Kementerian ESDM membagikan 16.930 konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan dan petani di 14 Kota/Kabupaten se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program tersebut menjadi bagian dari transisi energi skala mikro untuk membuat petani dan nelayan semakin efisien dalam menggunakan bahan bakar dan mempermudah akses mendapatkan bahan bakar tersebut. Ke-14 Kota/Kabupaten yang menjadi sasaran program ini antara lain 11 Kabupaten di Sulsel yakni Maros, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Bone, Wajo, Pangkep, dan Soppeng, ditambah 3 daerah di Sultra yaitu Kolaka Utara, Konawe Selatan dan Kota Kendari.

Paket yang dibagikan terdiri dari 8.399 paket untuk nelayan dan 8.531 paket untuk petani.

Area Manager Comm, Rel & CSR Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan dengan adanya program konversi BBM ke LPG ini petani dan nelayan akan sangat diuntungkan. Selain dari sisi akses, dimana tabung LPG bisa ditemukan dimana saja, juga dari sisi efisiensi ada penghematan.

“Mereka bisa menghemat pengeluaran pemakaian BBM. Dengan pemakaian normal, 1 tabung LPG 3 Kg setara dengan 7 liter BBM, jelas sangat menghemat apalagi dengan kondisi harga sekarang,” ujarnya, Kamis (1/12/2022).

Sementara Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan secara nasional program ini telah dilaksanakan sejak 2016 dengan total 99.000 paket konversi untuk petani dan nelayan hingga 2021. Program ini awalnya bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan.

“Pemakaian gas LPG emisinya lebih sedikit dibandingkan dengan BBM,” ujarnya.

Saat ini hampir seluruh desa di Sulawesi sudah memiliki pangkalan dengan adanya inisiatif program One Village One Outlet (OVOO) LPG. Diharapkan semua kebutuhan nelayan dan petani dapat tercover dan adanya konversi BBM ke LPG, juga dapat mengurangi pembelian BBM menggunakan jerigen di SPBU oleh petani dan nelayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel converter kit BBM sultra
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top