Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sulsel Akan Bentuk Kelompok Kerja Mandiri

Pemprov Sulsel cukup yakin ancaman resesi 2023 tidak akan terlalu berdampak pada sektor tenaga kerja di Sulsel.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 30 November 2022  |  16:18 WIB
Sulsel Akan Bentuk Kelompok Kerja Mandiri
Ilustrasi pekerja konstruksi.
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mencegah PHK massal yang dimungkinkan terjadi akibat resesi global pada 2023 mendatang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel Ardiles Saggaf mengatakan, pihaknya akan mengajak para calon pekerja membentuk kelompok kerja mandiri. Dengan begitu, mereka dapat diberi pelatihan agar bisa bekerja lebih mandiri.

Dalam pelatihan mandiri ini, Pemprov Sulsel akan bekerja sama dengan berbagai mitra untuk upaya pemberdayaan dengan melihat peluang yang banyak digandrungi saat ini.

"Misalnya ada pelatihan menjadi barista karena kami melihat peluang itu paling banyak dicari di cafe dan warkop sehingga apa yang menjadi peluang-peluang di masyarakat itu yang kami berikan agar mereka dapat bekerja mandiri," jelas Ardiles, Rabu (30/11/2022).

Di sisi lain, pihaknya juga terus berusaha untuk membantu para pekerja menemukan pekerjaan yang sesuai, baik di dalam maupun luar negeri.

"Di samping kami konsentrasi pada penempatan dalam negeri, kami juga berfokus pada penempatan luar negeri. Kami mencari peluang kerja yang ada di luar negeri," katanya.

Ardiles mengaku ada sekitar 60 negara yang telah membuka peluang kerja, termasuk untuk para pekerja migran dari Sulsel. Salah satunya Jepang yang membuka lowongan magang sebanyak 340.000 lowongan.

Dengan membuka peluang kerja di dalam dan luar negeri, ia meyakini akan menguntungkan masyarakat dalam mencari kerja. Meski begitu, para pencari kerja juga harus dipastikan memiliki kompetensi yang baik.

"Tapi yang paling penting, bagaimana agar calon pekerja migran ini punya kompetensi yang bagus sehingga bisa diterima oleh negara-negara yang membutuhkan," tuturnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, dia meyakini ancaman resesi ekonomi yang diprediksi terjadi pada 2023 mendatang tidak akan terlalu berdampak pada sektor tenaga kerja di Sulsel.

"Kami kan punya tugas menyangkut pembinaan di perusahaan, termasuk masalah PHK. Kami komunikasikan dengan dengan perusahaan agar PHK menjadi solusi paling terakhir itu. Kita berdoalah, mudah-mudahan itu tidak terjadi di Sulsel," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel angkatan kerja tenaga kerja
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top