Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bawang Merah dan Cabai Picu Inflasi Sulsel 1,12 Persen pada Juli 2022

Kelompok makanan mengalami inflasi paling tinggi dengan 1,53 persen. Komoditi di kelompok ini adalah bawang merah, cabai rawit, serta cabai merah
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  19:45 WIB
Bawang Merah dan Cabai Picu Inflasi Sulsel 1,12 Persen pada Juli 2022
Pedagang menata barang dagangan. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 1,12 persen pada Juli 2022. Bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah menjadi komoditi penyumbang inflasi terbesar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Suntono mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,53 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 118,00 pada Juni 2022 menjadi 119,80 pada Juli 2022. Kelompok ini menjadi yang paling tinggi mengalami inflasi dengan andil 0,463 persen dari total inflasi Sulsel.

"Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini diantaranya bawang merah, cabai rawit, cabai merah. Tiga komoditi ini menjadi yang terbesar," kata Suntono, Senin (1/8/2022).

Tiga subkelompok dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau ditambahkan Suntono semuanya mengalami inflasi. Subkelompok makanan sebesar 1,72 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,87 persen dan subkelompok tembakau sebesar 0,53 persen.

Selain kelompok ini, penyumbang inflasi terbesar kedua Sulsel pada kelompok transportasi sebesar 3,48 persen atau terjadi kenaikan indeks harga dari 109,80 pada Juni 2022 menjadi 113,62 pada Juli 2022. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,399 persen dari total inflasi Sulsel.

Beberapa kelompok lain yang mengalami inflasi di antaranya kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,40 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,47 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,50 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Selain itu ada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,29 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,81 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran sebesar 0,15 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen.

Suntono menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya, gabungan lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel pada Juli 2022 memang semuanya mengalami inflasi. Terjadi kenaikan IHK di Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo dari 111,06 pada Juni 2022 menjadi 112,31 pada Juli 2022.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Makassar sebesar 1,25 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Watampone sebesar 0,52 persen. Sementara kota lainnya Pare-Pare 0,56 persen, Palopo 0,60 persen, dan Bulukumba 0,56 persen.

Inflasi ini terjadi karena beberapa komoditi mengalami kenaikan harga pada Juli 2022. Antara lain angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, ikan cakalang/ ikan sisik, ikan layang/ ikan benggol, sekolah dasar, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan asoaso, ikan bandeng/ikan bolu dan ikan teri.

Sementara beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga seperti minyak goreng, kangkung, daging ayam ras, tomat, cumi-cumi, jagung manis, daun kacang panjang muda, emas perhiasan, labu parang/manis/merah/kuning, dan beras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi sulsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top