Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Polda Sulteng Waspadai Penimbunan Minyak Goreng Skala Rumah Tangga

Satgas Pangan Polda Sulteng akan meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi aksi penimbunan minyak goreng hingga skala rumah tangga.
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah warga antre untuk membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus kelangkaan minyak goreng menjadi perhatian aparat kepolisian.

Menyikapi hal itu, Satgas Pangan Polda Sulawesi Tengah akan meningkatkan pengawasan untuk meminimalisasi aksi penimbunan.

Kepala Unit I Industri dan Perdagangan (Kanit Indag) Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKP Dirham, mengatakan peningkatan pengawasan tidak hanya akan dilakukan kepada kalangan pedagang tapi juga skala rumah tangga.

"Fokus pengawasan kita juga terhadap individu yang terindikasi melakukan penimbunan dalam skala rumah tangga, karena potensinya cukup mengkhawatirkan di saat kondisi seperti ini kita juga akan menyambut bulan Ramadhan," ujarnya seperti dikutip bisnis dari laman resmi Polri, Rabu (9/3/2022).

Dirham menjelaskan, kebutuhan minyak goreng dipastikan aman jelang Ramadhan. Terlebih, saat ini pemerintah telah melakukan intervensi pasar melalui pemberlakuan satu harga.

"Jadi jangan percaya hoax kalau ada yang bilang jelang puasa minyak goreng akan langka itu tidak benar, pasti pemerintah mengupayakan untuk tetap menjaga kebutuhan dasar masyarakatnya," jelasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng, Dony Iwan Setiawan memastikan bahwa stok ketersediaan minyak goreng tercukupi jelang menyambut bulan ramadhan, April mendatang.

"Kita sudah koordinasi, dan tim pemantau dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan itu akan turun lagi memantau secara langsung sehingga memang betul-betul ketersediaan ini bisa dipastikan aman hingga menjelang puasa nanti," ungkap Dony.

Dony mengatakan jatah 293 ton minyak goreng bagi Sulteng merupakan intervensi tambahan yang dilakukan pemerintah pusat melalui PT. Multi Nabati Sulawesi, PT. Sinar Mas Agro Resources dan Technology Tbk serta PT. Wilmar Nabati Indonesia.

Alokasi minyak goreng tersebut, lanjut dia, akan didistribusikan kepada sejumlah distributor yang ada di empat titik, yaitu Kota Palu, Kabupaten Toli-toli, Poso dan Banggai (Luwuk).

"Titik dari Kota Palu mencakup Sigi, Donggala dan Parimo, titik Toli-toli mencakup Kabupaten Buol, titik Poso mencakup Tentena, Tojo Una-una juga Morowali Utara, dan Morowali, titik yang ada di Banggai meliputi Banggai bersaudara, dan pendistribusian ini sudah sedang berjalan," jelas Dony.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper