Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

230 Rumah Warga di Selayar Rusak Akibat Gempa M 7,4 di Larantuka NTT

Sebanyak 230 rumah warga di Kabupaten Selayar dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat gempa M 7,4 di Larantuka, NTT.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  06:58 WIB
Sejumlah warga di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) berlarian saat gempa 7,5 magn itudo terjadi di Laut Flores -ANTARA - HO/Aty
Sejumlah warga di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021) berlarian saat gempa 7,5 magn itudo terjadi di Laut Flores -ANTARA - HO/Aty

Bisnis.com, SELAYAR - Sejumlah rumah warga di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang di wilayah Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12/2021).

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar, gempa tersebut sedikitnya mengakibatkan kerusakan terhadap 230 rumah warga.

"Laporan visual yang didapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar, kerusakan tersebut terpantau mulai dari bangunan pagar beton, dinding hingga atap rumah warga," tulis Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip dari laman bnpb.go.id.

Selain merusak rumah warga, gempa bumi tersebut juga dirasakan dan berdampak di sejumlah daerah, yakni Kabupaten, Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Sabu Raijua, Kota Bau Bau dan Kabupaten Manggarai Barat.

Kemudian Kota Makassar dan Kabupaten Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini tsunami dari gempabumi M7.4 tersebut, namun saat ini peringatan itu dinyatakan telah berakhir.

Setelah gempa m 7,4, gempa susulan diketahui juga berulang kali terjadi di wilayah tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top