Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smelter Nikel ATS Memeroleh Komitmen Pasokan Listrik 170 MWA

PLN juga menyanggupi energi listrik itu disediakan dengan pengelolaan sumber daya energi terbarukan yang dibuktikan dengan sertifikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 September 2021  |  14:05 WIB
Direktur Regional PT PLN (Persero) Wilayah Sulampana Syamsul Huda (kedua kanan) bersama Direktur Utama PT Anugrah Tambang Smelter Edy Santi (kiri), CEO SilkroadNickel Ltd Hong Kah Ing (kedua kiri), dan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Leo Basuki (kanan) memberikan keterangan usai penandatanganan perjanjian kerjasama jual beli tenaga listrik dan perjanjian jual beli renewable energy certificate di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/9/2021). - Antara/Basri Marzuki
Direktur Regional PT PLN (Persero) Wilayah Sulampana Syamsul Huda (kedua kanan) bersama Direktur Utama PT Anugrah Tambang Smelter Edy Santi (kiri), CEO SilkroadNickel Ltd Hong Kah Ing (kedua kiri), dan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo Leo Basuki (kanan) memberikan keterangan usai penandatanganan perjanjian kerjasama jual beli tenaga listrik dan perjanjian jual beli renewable energy certificate di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/9/2021). - Antara/Basri Marzuki

Bisnis.com, PALU - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) menyanggupi menyediakan listrik berdaya 170 mega volt ampere (MVA) untuk kebutuhan PT Anugrah Tambang Smelter (ATS) yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Kesanggupan itu diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama jual beli tenaga listrik antara PT PLN dengan PT ATS di Palu, Kamis (23/9/2021).

"Kebutuhan listrik Kota Palu pada beban puncak mencapai 150 mega eatt (MW). Kalau 170 MVA itu dikonversi ke satuan MW, maka hampir sama dengan 150 MW," kata Direktur Regional PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara (Sulampana) Syamsul Huda.

Artinya, tambah Syamsul Huda, suplai energi listrik yang akan kita sediakan ini akan sama dengan kebutuhan listrik Kota Palu.

PLN juga menyanggupi energi listrik itu disediakan dengan pengelolaan sumber daya energi terbarukan yang dibuktikan dengan sertifikat (renewable energi certificate) yang divalidasi oleh lembaga internasional Trigs.

Menurut Syamsul, penyediaan energi listrik untuk kebutuhan perusahaan smelter itu akan dipenuhi dari tiga sumber pembangkit masing-masing dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Pasangkayu dan juga dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Penyediaannya dilakukan secara bertahap dan secara keseluruhan akan terpenuhi pada 2023," ujarnya.

Permintaan energi listrik dengan syarat terbarukan memang tidak banyak. Namun begitu, PLN tetap siap melaksanakannya dan bahkan sudah merealisasikannya.

“Di wilayah operasi kami di Sulampana, dari keseluruhan pelanggan yang ada, sekitar 20 persennya adalah layanan listrik dengan energi terbarukan,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT ATS Edy Santi menyatakan perusahaan yang dipimpinnya akan melakukan investasi smelter di KEK Palu yang nilainya akan mencapai US$600 juta.

Investasi perusahaan yang sahamnya sebagian besar dimiliki WNI itu membutuhkan energi lsitrik yang cukup besar dan penyediaanya juga harus dengan sistem energi yang terbarukan.

“Kenapa haru energi terbarukan? Ya, ini komitmen kami sebagai anak bangsa untuk ikut menjaga bumi ini,” katanya.

Edy berharap, dalam masa dua tahun persiapan operasi perusahaan, energi yang dimaksud juga sudah disediakan oleh PLN sebagaimana kesepakatan perjanjiannya yang baru diteken.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN smelter sulteng

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top