Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaji Ngalir ke Tenaga Kontrak Fiktif, Wali Kota Makassar Geram

Laporan menyebutkan setidaknya ada 8.000 tenaga kontrak. Kemungkinan besar jumlah sebenarnya hanya 1.000 tenaga kontrak. 
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  15:19 WIB
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memimpin rapat di Balaikota Makassar. - Bisnis/Wahyu Susanto
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat memimpin rapat di Balaikota Makassar. - Bisnis/Wahyu Susanto

Bisnis.com, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto geram dengan kondisi pemerintahan di lingkup Pemkot dalam dua tahun terkhir ini atau saat dipimpin pejabat wali kota. Baru-baru ini ia menemukan adanya tenaga kontrak fiktif yang terus menerima gaji.

Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar, mengatakan tenaga kontrak fiktif tersebut disinyalir berada dil ingkup kecamatan. Baik di lingkungan kerja kebersihan maupun pertamanan.

"Sangat-sangat rusak memang pemerintah dalam dua tahun ini. Kalau jaman saya (periode pertama) tidak ada yang begini. Rata-rata penerima fiktif ini berada di kecamatan," tegas Danny Pomanto, Jumat (26/3/2021). 

Ia menjelaskan adanya tenaga kontrak fiktif ini dikarenakan permainan para calo yang masih menyimpan ATM para penerima honor. Calo ini disinyalir adalah para mandor yang memimpin para tenaga kontrak. 

Namun, banyak di antara penerima tersebut sudah tidak ada atau meninggal dunia. Tetapi, tidak dilakukan pelaporan dan gaji para tenaga kontrak terus mengalir ke ATM.

"Jadi calonya yang simpan ATM para honor. Mereka kasian, ada mandornya yang pegang itu ATM-nya. Setelah uang ditransfer, para calo ini lah yang mengambil uang di ATM. Jadi itu draf fiktif," jelas Danny.

Ia menambahkan berdasarkan laporan yang masuk, diketahui setidaknya ada 8.000 tenaga kontrak. Namun, setelah penemuan honor fiktif, Danny mengaku kemungkinan besar jumlah tersebut hanya 1.000 tenaga kontrak. 

"Ini baru disinyalir, belum semua, karena polanya hampir mirip semua. Kita temukan satu kasus, tapi kita dalami. Di samping itu kalau kita dengar kasus penerima manfaat yang tadinya Rp45 ribu tiba-tiba sisa Rp11 ribu. Jadi ada Rp34 ribu yang hilang gara-gara peng-input-annya yang asal-asalan," ujar Danny. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar fiktif danny pomanto
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top