Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulsel Kejar Percepatan Empat Sektor

Pertemuan antara investor dan pemerintah provinsi dan daerah itu sendiri dikemas dalam Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan) yang digelar selama dua haru di Hotel Four Points Makassar.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  16:29 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Makassar, Sulsel.  - Bisnis.com
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Makassar, Sulsel. - Bisnis.com

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel bersama seluruh pemangku kebijakan memetakan percepatan pada empat sektor strategis yakni sektor investasi, industri, perdagangan, dan pariwisata guna memacu pemulihan ekonomi.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulsel Budi Hanoto menjelaskan pihaknya menjembatani pertemuan antara investor dengan pemerintah provinsi maupun daerah untuk membahas program apa saja yang bisa dikerjasamakan nantinya.

"Jadi, kami mempertemukan kabupaten/kota yang sudah siap dengan proyek strategis mereka untuk menggaet minat investor untuk berinvestasi di Sulsel," kata Budi, Senin (8/3/2021)

Pertemuan antara investor dan pemerintah provinsi dan daerah itu sendiri dikemas dalam Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan) yang digelar selama dua haru di Hotel Four Points Makassar.

Sebagai Regional Investor Relations Unit atau RIRU, BI Sulsel mendukung penuh forum yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut.

Budi memaparkan, sebagai pintu gerbang di timur Indonesia, Sulsel memiliki potensi ekonomi yang besar dari sisi komoditas potensial ekspor di bawah sektor perdagangan, pariwisata berkelas dunia, maupun pengembangan kawasan industri daerah.

"Kami membuka peluang dari Forum Pinisi Sultan ini. Diharapkan menjadi momentum penting bangkitnya perekonomian Sulsel dari krisis yang melanda, khususnya akibat pandemi Covid-19," ungkap Budi.

Selain itu, lanjutnya lagi sinergi antarsektor dinilai mampu menjadi kunci keberhasilan jalannya program-program kerja yang dicanangkan dalam rangka mendorong investasi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi khususnya di Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku optimistis bahwa forum tersebut akan menggaet investor baru untuk menanamkan modalnya di Sulsel. Apalagi pada forum tersebut tidaj hanya menghadirkan investor lokal, tetapi juga investor asing.

"Intinya dari pemerintah daerah sendiri sudah menyiapkan program-program apa saja yang akan mereka tawarkan. Dari sektor pariwisata misalnya, ada destinasi wisata baru yang akan dipromosikan," ungkap Sudirman.

Guna meningkatkan kinerja investasi menurut Sudirman, program kerja perlu diarahkan dengan memfasilitasi pelaku usaha dalam mengatasi berbagai hambatan untuk berinvestasi melalui mediasi antara perusahaan dengan pemerintah, lembaga, dan tokoh masyarakat.

Pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kata dia, akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan Sulsel mampu menjadi wilayah ramah investasi. Hal itu dilakukan melalui kemudahan pelaksanaan dan inovasi pelayanan.

Pada sektor perdagangan dan perindustrian, fokus utama program kerja yakni produktivitas dan daya saing sejumlah komoditas. Di antaranya hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Pihaknya juga tengah mengupayakan pengembangan budidaya komoditas baru dalam mendukung diversifikasi komoditas potensial ekspor.

"Upaya juga diarahkan pada dukungan pembangunan kawasan-kawasan industri di beberapa kabupaten/kota yang akan menjadi pusat perekonomian yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi," terang Sudirman.

Terakhir, di sektor pariwisata, program kerja akan diarahkan pada upaya peningkatan potensi pariwisata dengan menumbuhkan pusat ekonomi baru. Termasuk peningkatan konektivitas dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan daerah guna menarik minat wisatawan.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Badan Koordinasi Penanaman Modal Indra Darmawan menyatakan Sulsel sangat memungkinkan untuk memacu perbaikan ekonomi pada tahun ini. Salah satunya dari sektor investasi. Di mana Sulsel mencatatkan kenaikan realisasi investasi sebesar 24 persen meski masih dihantui pandemi.

"Iklim investasi di Sulsel ini sangat baik, meski penanaman modal asing (PMA) mengalami penurunan. Tapi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) justru meningkat," kata Indra di Makassar.

Hal itu lanjut Indra menandakan bahwa potensi investasi lokal masih bisa berkembang bahkan di ini hingga bertahun-tahun selanjutnya. BKPM sendiri telah menyusun strategi investasi untuk mendorong kinerja di sektor tersebut. Antara lain dengan penjajakan investasi baru dan menjaga investasi existing.

Selanjutnya memfasilitasi penyelesaian masalah, membuat layanan pendampingan keberlanjutan investasi, serta mengupayakan peningkatan kualitas pemantauan investasi bersinergi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di daerah. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top