Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hotel Pelanggar Prokes di Sulsel Diancam Sanksi Penutupan Usaha

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan perlu adanya pengawasan ketat dalam penerapan protokol kesehatan.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 25 November 2020  |  14:55 WIB
Industri perhotelan di Makassar mulai meningkatkan kewaspadaan dengan menyediakan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung, menyusul semakin masifnya penyebaran pandemi Covid/19 di Indonesia / Andini Ristyaningrum
Industri perhotelan di Makassar mulai meningkatkan kewaspadaan dengan menyediakan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung, menyusul semakin masifnya penyebaran pandemi Covid/19 di Indonesia / Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR - Guna menghindari terjadinya penyebaran virus Corona di sektor perhotelan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan perlu adanya pengawasan ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

Apalagi, sejumlah hotel di Makassar sejak beberapa bulan terakhir mulai membuka ruang untuk pelaksanaan acara pernikahan dan berbagai acara pertemuan lainnya. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan para pengelola hotel harus betul-betul menunjukkan komitmennya dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Karena itu kita kumpulkan semua pengelola hotel di Makassar, termasuk dari PHRI Sulsel untuk melakukan penandatangan pakta integritas," ungkap Nurdin usai rapat bersama Satgas Penanganan Covid-19 Sulsel, Rabu (25/11/2020).

Setelah dilakukannya penandatanganan tersebut, Nurdin menegaskan pihaknya juga akan menyiapkan sanksi jika masih ada pengelola hotel yang melakukan pelanggaran. Bagi yang terbukti masih melanggar protokol kesehatan diancam dengan sanksi penutupan tempat usaha.

"Kita tidak pandang bulu, sipapun itu. Kita harus jaga komitmen bahwa Sulsel sudah berhasil mengendalikan penularan Covid-19," tegas Nurdin.

Dengan adanya perjanjian yang dilakukan bersama pengelola hotel, Nurdin berharap tidak lagi terjadi lonjakan kasus Covid-19 dari klaster baru. Misalnya saja klaster pesta pernikahan, klaster pertemuan, dan sejumlah kegiatan lain yang digelar di hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga menyambut baik keputusan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19. Ia mengatakan pihaknya siap berkomitmen dalam menjalankan kesepakatan tersebut.

"Sebagaian besar aturan protokol kesehatan sudah kami lakukan. Yang perlu kami evaluasi yaitu bentuk penyajian makanan yaitu prasmanan," kata Anggiat.

Ia menjelaskan, pada awal memasuki adaptasi kebiasaan baru pihaknya sudah menerapkan penyajian makanan dalam bentuk boks. Hanya saja, memasuki awal November lalu, pola penyajian makanan kembali dilakukan dalam bentuk prasmanan.

Bentuk penyajian tersebut dinilai rentan terhadap penularan Covid-19. Di mana tamu bisa secara bergantian berhadapan langsung dengan makanan yang disajikan. Meski sudah menyiapkan sarung tangan plastik, namun hal itu dinilai belum efektif.

"Kita harus dukung putusan Pak Gubernur, apalagi penanganan Covid-19 di Sulsel memang sudah sangat baik. Kami dari pengelola hotel siap komitmen menerapkan protokol kesehatan," jelas Anggiat. (k36)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top