Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terungkap, Perusuh Demo di Makassar Sengaja Bawa Bom Molotov Saat Aksi

Polisi menetapkan 13 tersangka terkait kasus kerusuhan saat demonstrasi penolakan Undang-undang cipta kerja di Makassar.
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  22:33 WIB
Polda Sulsel melakukan gelar perkara kasus demo rusuh di Makassar yang mengakibatkan kerusakan kampus UNM dan fasilitas Partai Nasdem Sulsel, Senin (26/10/2020) - Istimewa
Polda Sulsel melakukan gelar perkara kasus demo rusuh di Makassar yang mengakibatkan kerusakan kampus UNM dan fasilitas Partai Nasdem Sulsel, Senin (26/10/2020) - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Polisi menetapkan 13 tersangka terkait kasus kerusuhan saat demonstrasi penolakan Undang-undang cipta kerja di Makassar. Para tersangka secara resmi diumumkan ke publik oleh Polda Sulsel dalam gelar perkara yang digelar Senin (26/10/2020).

Atas perbuatan para tersangka, kampus UNM menjadi korban. Sejumlah fasilitas di kampus Jl. Pettarani Makassar tersebut rusak. Tak hanya itu, para pelaku juga membakar kendaraan roda empat milik Partai Nasdem Sulsel.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mardisyam mengatakan ke 13 tersangka terdiri dari 10 orang dewasa dan tiga orang di bawah umur. Mereka kini telah ditahan di Polrestabes Makassar.

"Untuk tiga orang tersangka di bawah umur kami serahkan ke kantor rehabilitasi anak," ujar Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mardisyam saat sesi jumpa pers di halaman Polrestabes Makassar sore tadi (26/10/2020).

Ia menjelaskan para tersangka ini terbukti melakukan pengerusakan saat demonstrasi terjadi.

Sebagian tersangka ini, juga melakukan pengerusakan di kantor DPD Partai NasDem dengan melemparinya menggunakan batu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menyisir lokasi hingga berhasil mengamankan sejumlah terduga pengerusakan.

"Pada awalnya didapat 21 orang. Namun setelah melakukan penyelidikan, kami mencari bukti dan memeriksa beberapa saksi maka ditetapkan 13 orang tersangka," paparnya.

Dari tangan tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan saat rusuh. Diantaranya satu box bom molotov, anak panah beserta busur, hingga sejumlah pakaian tersangka yang digunakan saat kerusuhan.

"Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti di TKP. Termasuk mobil Ambulance, mobil Toyota Vios warna hitam serta bom melotov satu kardus. Ada juga sejumlah pakaian tersangka yang digunakan saat rusuh," jelasnya.

Adapun pasal yang dikenakan para tersangka yakni Pasal 187 Ayat 1 dan Pasal 170 Ayat 1 junto Pasal 55 56 KUHP. Pasal 187 menyebutkan dengan sengaja menimbulkan kebakaran dan menimbulkan bahaya hukum dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Kemudian pasal 170 disebutkan di mana secara umum dengan sama-sama melakukan kekerasan dan pelanggaran dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top