Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelanggaran Kode Etik, Ketua KPU Jeneponto Hadapi Sidang DKPP

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjadwalkan sidang secara tertutup atas dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPU Kabupaten Jeneponto, Baharuddin Hafid.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  08:52 WIB
Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memasang spanduk Kode Etik Penyelenggara Pemilu menjelang hari pencoblosan pilkada serentak 2018. -Bisnis.com - Samdysara Saragih
Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memasang spanduk Kode Etik Penyelenggara Pemilu menjelang hari pencoblosan pilkada serentak 2018. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, MAKASSAR - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjadwalkan sidang secara tertutup atas dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPU Kabupaten Jeneponto, Baharuddin Hafid.

DKPP menerima aduan dari dua pihak, yaitu Puspa Dewi yang merupakan mantan peserta pemilihan legislatif 2019 Sulsel daerah pemilihan IV Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Selayar. Aduan juga disampaikan oleh Ketua KPU Sulsel Faisal Amir.

Sekretaris DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno mengatakan Baharuddin diadukan menjanjikan suara untuk memuluskan langkah Puspa Dewi melenggang ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulsel. agenda sidang akan berlangsung hari ini, 12 Oktober 2020.

“Dari pokok perkara yang akan disidang, para pengadu melaporkan teradu [Baharuddin] telah melanggar prinsip integritas dan profesionalitas, yakni merendahkan integritas pribadi dengan melakukan relasi yang tidak sewajarnya,” ujar Bernad dikutip dari Antara, Senin (12/10/2020).

Proses sidang nanti, kata dia, adalah mendengarkan keterangan pengadu dan teradu serta saksi-saksi atau pihak terkait yang dihadirkan. Selain itu, DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan itu digelar.

Penasehat Hukum Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Nur mengatakan, akan mendampingi kliennya saat sidang oleh DKPP di kantor Bawaslu Sulsel jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar.

"Kami akan mendampingi klien kami saat sidang nanti, meskipun itu dilaksanakan secara tertutup oleh DKPP," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top