Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Sulut Tak Random Rapid Test Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara memilih tidak menggelar rapid test secara acak untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  15:19 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19 kepoada pengemudi angkutan umum./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi rapid test Covid-19 kepoada pengemudi angkutan umum./Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, MANADO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara memilih tidak menggelar rapid test secara acak untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut Steaven Dandel menjelaskan pelaksanaan tes secara acak atau random cenderung dilakukan untuk tujuan kegiatan riset.

"Kami justru melaksanakan kegiatan fokus untuk contain atau membungkus agar kasus ini tidak cepat menyebar keluar. Justru kegiatannya difokuskan, bukan dilakukan secara random," ujarnya pada Jumat (22/5/2020) malam.

Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, kata Steaven, Gugus Tugas fokus melakukan rapid test dan juga tes swab—untuk yang hasil rapid test-nya reaktif—ke daerah-daerah atau klaster yang sudah teridentifikasi terdapat proses penjangkitan virus. Dengan demikian, diharapkan proses penyebaran virus dapat ditangani secepat mungkin.

"Kalau random artinya kita mendistribusikan sumber daya ke lokasi yang belum tahu ada atau tidak kasus, sehingga justru memperlambat proses containment," lanjutnya.

Dia menjelaskan pula bahwa sampai dengan saat ini, Gugus Tugas telah melakukan total 16.498 rapid test dengan total hasil reaktif 526 orang.

Adapun total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulut sampai dengan Jumat (22/5/2020) mencapai 198 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulawesi utara Virus Corona
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top