Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Bikin Pedagang di Pasar ‘Ekstrem’ Tomohon Tak Lagi Jual Kelelawar dan Ular

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Isye Liuw mengatakan bahwa penjualan kelelawar dan ular telah berhenti sejak akhir pekan lalu setelah adanya perintah dari wali kota.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  08:42 WIB
Daging kelelawar dijual di sebuah kios di pasar Tomohon di Sulawesi Utara. - Bloomberg
Daging kelelawar dijual di sebuah kios di pasar Tomohon di Sulawesi Utara. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kelelawar dan ular tak lagi ditemukan di pasar ‘ekstrem’ hewan di Tomohon, Sulawesi Utara, usai pemerintah daerah setempat memerintahkan pedagang untuk tak menjualnya guna mencegah penyebaran virus novel corona atau virus corona

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Isye Liuw mengatakan bahwa penjualan kelelawar dan ular telah berhenti sejak akhir pekan lalu setelah adanya perintah dari wali kota. 

"Kami bertemu dengan para pedagang untuk memberikan informasi tentang bahaya virus corona dan memerintahkan mereka untuk menghentikan penjualan kelelawar dan ular," kata Liuw, dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/2/2020).

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang juga memperketat pemeriksaan pada truk untuk menghentikan hewan liar diangkut ke kota.

Menurutnya, pedagang juga didorong untuk menghentikan penjualan hewan lainnya, termasuk babi hutan, anjing, kucing, dan tikus.  Sementara itu, penjualan babi masih diperbolehkan. 

Berbagai negara di belahan dunia, melakukan tindakan-tindakan untuk menghentikan penyebaran virus novel corona yang telah menginfeksi lebih dari 24.000 orang dan merenggut hampir 500 nyawa.  

Indonesia melarang impor hewan hidup dari China dan meningkatkan pengawasan transportasi ternak, sementara Korea Selatan melarang masuknya hewan liar yang dianggap berisiko tinggi untuk menyebarkan infeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota tomohon virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top