Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PAD Lewati Target, Ini Terobosan Bapenda Sulut 2020

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pajak daerah sebagai penyumbang signifikan terhadap total penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu tercermin dari realisasi target PAD dalam 3 tahun terakhir.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  17:09 WIB
Tampak depan Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  - Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono
Tampak depan Kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara - Bisnis/Kurniawan A. Wicaksono

Bisnis.com, MANADO — Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan sejumlah terobosan untuk menopang realisasi penerimaan pendapatan asli daerah pada 2020.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pajak daerah sebagai penyumbang signifikan terhadap total penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu tercermin dari realisasi target PAD dalam 3 tahun terakhir.

Bapenda Sulut mencatat realisasi PAD senilai Rp983,88 miliar pada 2017 atau setara 104,70% dari target. Pada 2018, Bumi Nyiur Melambai merealisasikan PAD senilai Rp1,05 triliun atau 103,31% dari target.

Untuk realisasi penerimaan PAD periode 2019, Bapenda Sulut merealisasikan total Rp1,05 triliun atau setara dengan 100,55% dari target.

Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng menjelaskan bahwa Bumi Nyiur Melambai terus berbenah dalam meningkatkan sumber-sumber penerimaan. Tujuannya, untuk menciptakan kemandirian fiskal daerah dengan program operasi daerah selesaikan kewajiban (ODSK).

Olvie mengatakan akan melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk menopang realisasi penerimaan PAD periode 2020. Menurutnya, target realisasi penerimaan PAD tahun ini naik 2,93% dibandingkan dengan tahun lalu.

Terobosan dan inovasi, lanjut dia, dilakukan baik dalam bentuk pelayanan maupun integritas sistem. Salah satunya lewat pengembangan sistem kesamsatan berkolaborasi dengan Ditlantas Polda Sulut, PT Jasa Raharja (Persero) Sulut, dan Bank SulutGo.

Selain itu, dia menyebut akan dilakukan penambahan titik pelayanan serta sektor pelayanan publik melalui program “seeSAMRATsmart”. Selanjutnya, pemantapan program kerja sama dengan Dukcapil, PTSP, DJP, dan BPHTP dalam pengingtegrasian data.

Adapun, Bapenda Sulut juga melakukan pemantapan aplikasi “e-Pendapatan” dan “e-Retribusi”.

“Penerimaan daerah yang berasal dari PAD diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga kualitas pelayanan publik semakin baik. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan publik, tentunya akan berdampak pada semakin sejahteranya masyarakat,” jelasnya saat dihubungi, Senin (27/1/2020).

Dia menambahkan indeks kapasitas fiskal Sulut naik dari 0,337 atau rendah pada 2018 menjadi 0,585 atau sedang pada 2019. Posisi itu tercatat naik 0,24 poin aatu 71,21%.

 “Hal ini menandakan kapasitas fiskal Provinsi Sulut semakin membaik di bawah pemerintahan ODSK,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top