Perbankan Sulut Optimistis Kredit Terkerek Proyek Infrastruktur

Sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dirancang di Provinsi Sulawesi Utara diyakini akan mendorong penyaluran kredit perbankan Bumi Nyiur Melambai khususnya untuk jenis penggunaan investasi dan modal kerja.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  14:57 WIB
Perbankan Sulut Optimistis Kredit Terkerek Proyek Infrastruktur
Pantai Pulisan di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Lokasi ini ditetapkan menjadi KEK Pariwisata dan akan mengundang investor termasuk dari luar negeri. Pengembangan pariwisata di Sulut memerlukan dukungan infrastruktur yang akan dibiayai perbankan. - Antara

Bisnis.com, MANADO — Sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dirancang di Provinsi Sulawesi Utara diyakini akan mendorong penyaluran kredit perbankan Bumi Nyiur Melambai khususnya untuk jenis penggunaan investasi dan modal kerja.

Wakil Pemimpin Kantor PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk. Wilayah Manado Ferry Sinaga mengatakan momentum pembangunan sejumlah proyek di Sulut sangat menunjang peningkatan ekspansi kredit baik kredit investasi maupun modal kerja.

“Strategi [untuk memanfaatkan momentum] yang diterapkan menggunakan supply chain financing  khususnya terkait dengan BUMN,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (4/12/2019).

Saat ini Pemprov Sulut merencanakan sejumlah proyek infrastruktur, salah satunya pembangunan jalur kereta Manado—Bitung. dengan panjang 44,27 kilometer dengan biaya sekitar Rp1,8 triliun.

Selain itu, proyek Manado Marine Bay (MMB) juga dimulai pada 2020. Menurut pemerintah pusat, biaya pengembangan fasilitas itu sekitar Rp1 triliun.

Secara terpisah, Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado Frelly Jimmy Tommy Leong mengatakan perseroan telah berpengalaman dalam membiayai proyek infrastruktur baik yang berskala regional maupun nasional.

“Apabila proyeknya menurut penilaian Bank Mandiri feasible dan bankable tentunya akan sangat tertarik untuk ikut serta dalam pembiayaan tersebut,” ujar Leong.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut Slamet Wibowo memproyeksikan sejumlah proyek infrastruktur di Bumi Nyiur Melambai turut memberikan dampak positif bagi industri perbankan di daerah yakni terdorongnya kredit investasi dan modal kerja.

“Kalau bisa perbankan yang ada di Sulut ikut ambil bagian di sindikasi-sindikasi proyek,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa ke depan ada sejumlah proyek yang dikerjakan di Sulut, khususnya berkaitan dengan pariwisata, salah satunya kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang.

Slamet menyebut perbankan dapat memanfaatkan proyek-proyek infrastruktur baru sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan debitur baru. Oleh karena itu, dia optimistis dengan pertumbuhan kredit di Sulut pada tahun depan.

“Target-target pariwisata yang dicanangkan oleh Sulut memerlukan dukungan infrastruktur dan pembangunan infrastruktur memicu pemberian kredit baru,” paparnya.

Dia berharap industri perbankan, khususnya lokal, dapat menangkap dengan baik peluang itu melalui sinergi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, efek dari pertumbuhan ekonomi juga bisa dirasakan langsung di daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, pariwisata, bumn, perbankan, kredit, manado, sulut

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top