OJK Sulutgomalut Dorong Penyaluran KUR Pola Klaster

Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara mendorong penyaluran kredit usaha rakyat dengan pola kelompok atau klaster untuk meningkatan penyerapan pada tahun depan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 November 2019  |  19:35 WIB
OJK Sulutgomalut Dorong Penyaluran KUR Pola Klaster
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com,MANADO— Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara mendorong penyaluran kredit usaha rakyat dengan pola kelompok atau klaster untuk meningkatan penyerapan pada tahun depan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo mengatakan plafon kredit usaha rakyat (KUR) secara nasional senilai Rp190 triliun pada 2020. Artinya, terjadi kenaikan 35,7 persen dibandingkan dengan Rp140 triliun tahun ini.

Dengan kenaikan plafon, Slamet menekankan agar perbankan, khususnya di wilayah Sulutgomalut, melakukan perubahan strategi. Tujuannya, agar target penyaluran KUR dapat terserap sepenuhnya di masyarakat pada tahun depan.

Dia mengatakan pola yang didorong untuk penyaluran KUR yakni berkelompok atau klaster. Dengan skema itu, menurutnya proses penyaluran penyerapan kepada masyarakat akan menjadi lebih efisien.

“Dengan peningkatan plafon, bank harus siap-siap dengan strategi yang lebih ditajamkan. Jadi, yang tadinya menyasar nasabah KUR individu sekarang harus kelompok,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (28/11/2019).

Selain pola kelompok, Slamet menyarankan agar perbankan melakukan kolaborasi untuk menggenjot penyaluran KUR. Salah satunya dengan menggandeng BPR, dinas atau instansi pemerintah setempat, atau tokoh masyarakat.

Di sisi lain, pihaknya mendorong agar perbankan di daerah tidak hanya fokus menyalurkan KUR ke sektor produksi. Menurutnya, sektor perdagangan juga harus digarap.

Sebelumnya, OJK Sulutgomalut melaporkan menjelaskan bahwa kinerja bank umum di Sulawesi Utara (Sulut) masih tumbuh. Secara detail, total aset tumbuh 14 persen, penyaluran kredit 6 persen, dana pihak ketiga (DPK) 9 persen.

Untuk industri BPR Sulut, dilaporkan total aset tumbuh sekitar 20 persen, kredit tumbuh 22 persen, dan DPK tumbuh 14 persen. Kondisi serupa untuk perusahaan pembiayaan yang penyaluran kreditnya tercatat tumbuh 10 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kur, ojk, sulut

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top