Ada 185 Gempa Susulan, Warga Sulut Diimbau Tetap Waspada dan Beraktivitas Normal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau telah terjadi 185 gempa bumi susulan sampai dengan, Sabtu (16/11/2019), pukul 19.00 WITA.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 November 2019  |  18:39 WIB
Ada 185 Gempa Susulan, Warga Sulut Diimbau Tetap Waspada dan Beraktivitas Normal
Sejumlah penghuni hotel berhamburan keluar saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/11/2019). Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi gempa berkuatan 7.1 magnitudo mengguncang Maluku Utara pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WIB dan terasa hingga Manado, Sulawesi Utara. - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, MANADO — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau telah terjadi 185 gempa bumi susulan hingga Sabtu (16/11/2019).

Terbaru, gempa bumi dirasakan pada Sabtu (16/11) sekitar pukul 18.19 WITA. Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,9 dengan pusat di 137 kilometer (km) Timur Laut Bitung.

Gempa bumi itu dirasakan di berbagai wilayah Sulawesi Utara, seperti Manado, Tomohon, Tondano, Bitung, Tagulandang, Tahuna, dan Ternate.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henrry Mengko menjelaskan total ada 185 gempa bumi susulan hingga Sabtu (16/11) pukul 19.00 WITA. Kisaran magnitudo yakni 2,9—6,1.

Dia menjelaskan setelah kejadian gempa bumi dengan kekuatan signifikan, secara alamiah akan terjadi gempa susulan. Kondisi itu disebabkan batuan yang terdeformasi di sekitar pusat gempa masih akan melepaskan energi untuk mencapai kestabilannya.

Dengan demikian, kejadian gempa bumi susulan setelah gempa bumi dengan kekuatan signifikan adalah hal yang normal.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tetap beraktivitas dengan normal, dan tidak terpengaruh dengan berita yang tidak jelas sumbernya,” tegas Edward kepada Bisnis, Sabtu (16/11).

Masyarakat diminta untuk memastikan sumber informasi hanya berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau BMKG. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan aktivitas gempa bumi susulan.

“[Kami] Segera akan memberikan informasi jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan signifikan,” jelasnya.

Edward menerangkan masyarakat dapat mengakses informasi BMKG lewat aplikasi smartphone “infobmkg” atau “wrs-bmkg". Selain itu, informasi dapat diakses melalui halaman Facebook “BMKG Sulut”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, BMKG

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top