Proyek Tol Layang Pettarani Rugi Rp4 Miliar Gara-Gara Demo

Proyek pengerjaan konstruksi Tol Layang Pettarani mengalami kerugian hingga Rp4 miliar selama berlangsungnya aksi demonstrasi di Makassar pada akhir September lalu.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  19:27 WIB
Proyek Tol Layang Pettarani Rugi Rp4 Miliar Gara-Gara Demo
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul di depan kantor DPRD Sulawesi Selatan Selasa (24/9) untuk berunjuk rasa menolak sejumlah RUU yang dianggap bermasalah. - Bisnis/Sitti Hamdana R

Bisnis.com, MAKASSAR - Proyek pengerjaan konstruksi Tol Layang Pettarani mengalami kerugian hingga Rp4 miliar selama berlangsungnya aksi demonstrasi di Makassar pada akhir September lalu.

Hal itu karena titik aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulsel memang cukup dekat dengan proyek pengerjaan Tol Layang Pettarani. Proses pengerjaan juga sempat terganggu selama 15 hari.

Emmy Yanuar, Deputi Project Manager PT Wika Beton, menjelaskan kerugian itu berasal dari kerugian material. Ia menyebutkan, kerusakan paling banyak terjadi pada pagar pembatas proyek yang sengaja dipasang untuk keamanan pengguna jalan.

"Kita belum bisa merinci detailnya. Tapi mencapai Rp3 hingga 4 miliar. Paling banyak itu pagar pembatas di sepanjang Jalan AP Pettarani. Selain itu kabel instalasi listrik dan aksi coret-coret di sejumlah tiang beton yang sudah berdiri," ungkap Emmy, Selasa (8/10/2019).

Kendati demikian, pihaknya akan tetap mengebut pengerjaan fisik agar proyek yang dimulai sejak April 2018 lalu itu bisa selesai sesuai target. Emmy mengatakan, tol layang sepanjang 4,3 kilometer itu ditargetkan rampung pada Juli 2020.

Saat ini progres pengerjaan konstruksi tol layang pertama di Makassar itu mencapai 32,5%. Dengan rincian di antaranya betonisasi yang sudah rampung 100%, substructure 70%, dan upper structure yang masih 10%. Untuk upper structure sendiri Wika Beton masih melakukan pemasangan box grider tepat di atas jalan flyover.

Untuk mengebut pengerjaan upper structure, Wika Beton akan melakukan rekayasa lalu lintas di flyover dan jalur bawah flyover Jalan Urip Sumiharjo. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat yang akan melintasi jalur Urip Sumiharjo, termasuk keamanan para pekerja proyek.

"Rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan penutupan jalur tersebut. Nantinya akan ada pengalihan jalu ke arah Jalan Pettarani dan Jalan Tol Reformasi. Itu akan dilakukan selama lima hari, pada Jumat hingga Selasa (11-15/10)," terang Emmy.

Menanggapi isu aksi unjuk rasa yang akan kembali digelar pada 14 Oktober mendatang, Emmy menyatakan pihaknya tidak melakukan persiapan apapun. Meski begitu, ia berharap pada unjuk rasa selanjutnya, para peserta aksi maupun oknum lainnya agar tidak melampiaskan amarah dengan merusak peralatan proyek Tol Layang Pettarani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo, makassar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top