Anggaran Pembinaan UMKM Sulsel Meningkat Hingga Rp25 Miliar

Pemprov Sulsel melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berencana meningkatkan anggaran pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  15:41 WIB
Anggaran Pembinaan UMKM Sulsel Meningkat Hingga Rp25 Miliar
Sejumlah peserta membuat kerajinan cermin mozaik dari pecahan kaca. Ilustrasi. - Antara/Arif Firmansyah

Bisnis.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berencana meningkatkan anggaran pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pembinaan UMKM yang dilakukan oleh Dekranasda itu terus digenjot guna mendorong peran UMKM dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Anggaran pembinaan UMKM bahkan meningkat hingga 400%, di mana sebelumnya anggaran yang dialokasikan hanya Rp5 miliar.

Ketua Dekranasda Sulsel Lies F Nurdin menyatakan dengan kenaikan anggaran yang tinggi itu, diharapkan produk-produk UMKM di Sulsel bisa lebih berkualitas dan menjadi salah satu komoditi ekspor.

"Dekranasda Sulsel telah menginstruksikan kepada seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota untuk memperhatikan produk-produk UMKM yang akan menjadi unggulannya," kata Lies, Senin (7/10/2019).

Pada 2020 mendatang, Dekranasda Sulsel juga menargetkan sedikitnya 50 produk UMKM di bawah binaannya memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Upaya lain yang dilakukan Dekranasda untuk meningkatkan peran UMKM yakni dengan memberdayakan produk di sektor lainnya. Misalnya saja, di sektor perhotelan.

Lies menjelaskan, Dekranasda Sulsel telah meneken penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indinesia (PHRI) Sulsel juga Dinas Perdagangan Sulsel. Penandatanganan tersebut kata dia, merupakan bukti komitmen pemerintah untuk mewujudkan Sulsel yang lebih maju dan sejahtera dari sektor UMKM.

"Hari ini seluruh hotel yang tergabung dalam PHRI berkomitmen menggunakan produk lokal UMKM Sulsel. Kita tentunya patut bangga jika industri perhotelan di Sulsel bisa menggunakan produk pengrajin kita," ungkapnya.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga menyatakan penandatangan kerja sama itu merupakan berkomitmen PHRI untuk mengambil bagian dalam memberdayakan setiap program Dekranasda guna menumbuhkan ekonomi kreatif di Sulsel.

Ia mengapresiasi setiap produk kerajinan maupun kuliner yang dimiliki Dekranasda Sulsel. Menurut Anggiat, kualitasnya tak kalah saing dengan produk modern. Di beberapa perhotelan, sejumlah produk UMKM yang sudah digunakan yakni berupa sendal dan beberapa produk kerajinan lainnya.

"Ada juga yang sudah memanfaatkan produk kopi dari UMKM Dekranasda. Ke depan beberapa produk lain juga akan dihadirkan ke seluruh jaringan anggota PHRI," ungkap Anggiat.

Anggiat menilai, produk UMKM Sulsel sudah selayaknya diberdayakan oleh hotel-hotel berbintang. Selanjutnya, industri perhotelan di Sulsel juga akan memanfaatkan hasil karya pelaku UMKM di Sulsel untuk dijadikan suvenir hotel. Begitu pula dengan produk minuman berupa markisa. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm, sulsel

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top