Talas Sulsel Diekspor ke Negeri Sakura

Pemerintah Provinsi Sulsel kembali membuka peluang pasar ekspor untuk komoditas talas. Salah satu produk pertanian Sulsel ini mulai diminati Jepang sebagai salah satu kebutuhan pokok di negeri Sakura. 
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 20 September 2019  |  17:37 WIB
Talas Sulsel Diekspor ke Negeri Sakura
Ilustrasi - shutterstock

Bisnis.com, MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulsel kembali membuka peluang pasar ekspor untuk komoditas talas. Salah satu produk pertanian Sulsel ini mulai diminati Jepang sebagai salah satu kebutuhan pokok di negeri Sakura. 

Peluang itu didukung produksi talas di Sulsel yang mencapai 20.000 kilogram per hektare dari total 20.000 pohon talas siap panen setelah umur 4 bulan. Hal itu berarti setiap pohon dapat menghasilkan umbi talas paling sedikit 1 kilogram (20 ton/ha).

Sebagai langkah awal, Sulsel telah mengekspor talas beku (frozen) sebanyak 8,85 ton. Melalui eksportir PT Tridanawa Perkasa, ekspor tersebut dilakukan setelah melalui sejumlah pemeriksaan oleh Karantina Pertanian Makassar. 

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) AliJamil mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik untuk memastikan produk tersebut aman dan layak. Selain itu untuk memastikan tak ada hama penyakit sesuai persyaratan sanitary dan phytosanitary dari negara tujuan.

"Poin penting untuk ekspor itu adalah pemenuhan standar sanitary and phytosanitary measure atau SPS dari negara tujuan. Untuk produk Sulsel sudah memenuhi," ungkap Jamil, Jumat (20/9/2019).

Merujuk data Kementerian Pertanian, peluanng ekspor komoditas talas ke Jepang memang cukup besar. Lahan pertanian yang semakin menyempit di Jepang hanya bisa memenuhi 250.000 ton per tahun atau sekitar 65,7 persen dari total kebutuhan per tahun sebesar 380.000 ton.

Talas mulai menjadi kebutuhan pokok masyarakat Jepang menggantikan beras dan kentang. Jepang melirik Indonesia dalam memenuhi kebutuhan atas komoditas talas.

Kepala Karantina Pertanian Makassar Andi Yusmanto menjelaskan Jepang memang bukan negara tujuan pertama ekspor sejumlah produk pertanian asal Sulsel. Namun, untuk komoditas talas, ekspor tersebut merupakan yang pertama.

"Eksportir umbi talas, PT Tridanawa Perkasa Indonesia ini merupakan tambahan dari 35 eksportir selama 2019 yang mengekspor berbagai komoditas pertanian seperti umbi porang, manggis, durian, mangga, markisa dan vanili," jelas Yusmanto.

Menurutnya, untuk menjaga nilai ekspor tetap stabil ada sejumlah poin yang harus dijaga dan dikembangkan. Salah satunya dengan 3K yaitu dengan menjaga kualitas, menambah kuantitas dan menjaga kontinuitasnya.

Lokasi tanam komoditas talas di Sulsel terdapat di 10 Kabupaten yakni Kabupaten Gowa, Sopeng, Maros, Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Bone, Janeponto, Takalar, Wajo dengan total luasan 178 ha.

Pada 2019 Pemprov Sulsel melalui Dinas Pertanian akan menggenapkan wilayah tersebut menjadi 12 kabupaten. 

Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Hayat yang turut melepas ekspor talas beberapa waktu lalu menyatakan Pemprov Sulsel akan terus berupaya menggenjot nilai ekspor, khususnya untuk produk pertanian. Termasuk memberikan kemudahan akses bagi para pengusaha dari sisi eskportasi.

"Hal ini terkait dengan penyiapan bibit unggul dan pewilayahan komoditas di tiap daerah. Kita sudah memberikan kemudahan akses. Kita akan tetap mendukung dan mengawal program ini," jelas Abdul Hayat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor, sulsel

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top