2019, Total Transaksi Saham di Sulut Berpeluang Lewati Capaian 2018

Bisnis.com,MANADOTotal nilai transaksi saham di Sulawesi Utara telah mencapai sekitar Rp1,40 triliun per Juni 2019 atau setara dengan 80,6% dari realisasi akumulasi Rp1,7 triliun pada 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 September 2019  |  12:33 WIB

Bisnis.com,MANADO—Total nilai transaksi saham di Sulawesi Utara telah mencapai sekitar Rp1,40 triliun per Juni 2019 atau setara dengan 80,6% dari realisasi akumulasi Rp1,7 triliun pada 2018.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Mario L. Iroth mengungkapkan total nilai transaksi hingga akhir Juni 2019 telah mencapai 80,6% dari realisasi tahun lalu.  Menurutnya, akumulasi nilai transaksi saham di Sulawesi Utara mencapai Rp1,7 triliun pada 2018.

Dengan demikian, total nilai transaksi saham telah mencapai sekitar Rp1,40 triliun per akhir Juni 2019. Pihaknya memproyeksikan akumulasi transaksi tahun ini akan melampaui capaian tahun lalu.

“Di atas kertas bisa lebih,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Mario menyebut jumlah investor mencapai 10.063 akun atau single investor identification (SID) per akhir Semester I/2019. Artinya, terjadi penambahan 1.264 SID dari posisi 8.799 SID per akhir 2018.

“Jadi naik 14,3% [per akhir semester I/2019]. Jumlah ini masih jauh di bawah rata-rata penambahan SID selama periode 2012—2018 yang naik 40% per tahun,” paparnya.

Untuk memacu pertumbuhan jumlah investor, Mario mengungkapkan terdapat beberapa startegi yang disiapkan perseroan. Salah satunya dengan menggenjot kegiatan workshop atau loka karya.

Intensitas loka karya, lanjut dia, ditambah menjadi rerata 2 kali dalam 1 bulan. Sebelumnya, kegiatan itu hanya dilakukan dalam 1 kali per bulannya.

Mario membeberkan alasan otoritas bursa menggelar kegiatan loka karya untuk meningkatkan kualitas investor. Langkah itu menjadi tindak lanjut setelah menggenjot inkluasi pasar modal dari sisi peningkatan SID.

“Pengetahuan dan keterampilan [investor] penting untuk keberlanjutan dari investor. Jumlah anggota bursa [AB] di Sulut ada 8 sama seperti 2018 dan paling banyak wakil perantara pedagang efek [WPPE] di satu AB adalah 2 orang untuk menghandle sekitar 10.000 investor jadi tidak seimbang,” tuturnya.

Lewat loka karya, dia menyebut BEI ingin menyamakan jarak dan memenuhi kebutuhan investor. Dengan demikian, para investor dapat berinvestasi secara berkelanjutan di pasar modal.

Akhir pekan lalu, Jumat (6/9/2019), Perwakilan BEI Sulut menggelar loka karya bertempat di Kantor Perwakilan BEI Sulut, Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan itu dihadiri berbagai kalangan investor mulai dari masyarakat sipil hingga tentara nasional indonesia (TNI).

Dalam kegiatan itu, Perwakilan BEI sulut berkolaborasi dengan PT Phintraco Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, pasar modal

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top