Infrastruktur Pariwisata Sulawesi Utara Dimatangkan

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara matangkan rencana pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan transportasi penunjang sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  20:40 WIB
Infrastruktur Pariwisata Sulawesi Utara Dimatangkan
Ilustrasi. Suasana jalan tol Manado-Bitung dari simpang susun Minahasa Utara, Jumat (5/7/2019). - Bisnis/Lukas Hendra

Bisnis.com, MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara matangkan rencana pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan transportasi penunjang sektor pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Kepala Balitbangda Sulut Jemmy Lampus menjelaskan, dua infrastruktur yang sedang disiapkan oleh Pemprov adalah Bandara Internasional Pulau Lembeh dan jembatan Bitung-Lembeh. Keduanya diharapkan menunjang perkembangan Lembeh sebagai destinasi pariwisata baru.

“Pulau lembeh dan sekitarnya terdapat banyak destinasi wisata potensial. Letaknya yang berhadapan dengan Pelabuhan Internasional Bitung dan KEK [Kawasan Ekonomi Khusus] Bitung menjadi nilai tambah pengembangan pariwisata di Pulau Lembeh,” katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (23/8/2019).

Dia menjelaskan, Bandara Internasional Pulau Lembeh akan menelan investasi senilai Rp5 triliun. Rencananya, Bandara ini akan memiliki runway sepanjang 4.000 meter. Sementara itu, nilai investasi jembatan Bitung-Lembeh sepanjang 1.000 meter mencapai Rp3 triliun.

Pemprov Sulut juga tengah menggenjot sejumlah infrastruktur jalan penunjang pariwisata. Salah satunya adalah jalan provinsi dari Bandara Sam Ratulangi menuju KEK Pariwisata Likupang sepanjang 31,5 km. Realisasi pengerjaan jalan ini sudah mencapai 30% dan diproyeksikan rampung pada 2020.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Syaloom Korompis mengatakan, Pemprov juga tengah mematangkan rencana pengembangan Tol Manado-Bitung. Rencana pengembangan itu, meliputi penambahan ruas baru dari pintu Airmadidi menuju Amurang.

Rencananya, tol sepanjang 56 km itu akan dibangun melalui dana APBN senilai Rp7,02 triliun, atau sekitar Rp124 miliar per km. Jalan tol ini telah diusulkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPMJN) teknokratik yang sedang disusun Bappenas.

“Ini kam usulkan ke Bappenas untuk paket pembangunan Pak Presiden 5 tahun ke depan, kalau sudah masuk di dalam RPJMN, kami [Pemprov Sulut] akan menganggarkan dana untuk pembebasan lahannya,” ujarnya.

SDM

Pengembangan pariwisata juga didorong melalui belanja pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal itu akan dilakukan dengan meningkatkan anggaran untuk pelatihan vokasional melalui Balai Latihan Kerja milik pemerintah dan mendirikan Politeknik Pariwisata.

Menurutnya, selama ini SDM Sulut banyak tidak terserap oleh industri ada karena tidak adanya kesinambungan program pelatihan dengan permintaan di lapangan. Perbaikan skema dan bidang pelatihan akan menjadi bagian dari fokus pengembangan SDM sulut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manado

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top