Tatkala Menkes Nila F. Moeloek Beri Sinyal Pensiun

Sinyal tersebut disampaikan di hadapan 580 petugas kesehatan Nusantara sehat yang bakal diberangkatkan menuju daerah terpencil, terluar, dan perbatasan Indonesia,
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  21:27 WIB
Tatkala Menkes Nila F. Moeloek Beri Sinyal Pensiun
Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (kanan) dan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar saat menghadiri pertemuan koordinasi dan dialog interaktif Nusantara Sehat bersama di Hotel Calro Makassar, Selasa (13/8/2019) malam. - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR — Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek memberi sinyal tentang pensiunnya sebagai menteri saat menghadiri pertemuan koordinasi dan dialog interaktif program Nusantara Sehat di Makassar.

Di hadapan 580 petugas kesehatan Nusantara sehat yang bakal diberangkatkan menuju daerah terpencil, terluar, dan perbatasan Indonesia, Nila mengatakan agar program Nusantara Sehat bisa tetap ada meski ia tak lagi menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

"Oktober nanti kami mungkin tidak lagi di jabatani ini. Tapi saya berharap semoga program ini bisa tetap ada," kata Nila, Selasa (13/8/2019).

Komentar Nila turut diiyakan oleh Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar. Saat menjadi pembicara pada dialog interaktif keduanya saling mengangguk dan melempar senyum.

Diketahui, program Nusantara Sehat merupakan program layanan kesehatan yang menyasar daerah terluar, terpencil, dan perbatasan Indonesia dengan mengirim ratusan petugas kesehatan. Sejak diluncurkan pada 2015 lalu, sudah ada 8.794 petugas kesehatan ke berbagai daerah pedalaman di Indonesia.

Nila menerangkan, program ini merupakan upaya Kemenkes untuk memenuhi layanan kesehatan yang sama rata di seluruh Indonesia hingga ke daerah terpencil. Ada banyak masalah yang juga perlu diketahui oleh lembaga terkait.

"Meski sudah berjalan empat tahun, program ini masih sering dihadapkan dengan berbagai masalah. Olehnya itu di sini kami mengajak kementerian terkait untuk turut mentldengar dan melihat apa saja yang dikeluhkan oleh petugas kami," jelas Nila.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Menteri ESDM-Archandra Tahar, Direktur Layanan TI Untuk Masyarakat dan Pemerintah, Kemenkominfo-Danny Januar Ismawan, Direktur Pengembangan SDA Kawasan Pedesaan, Kemendes-Mulyadi Malik, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II, Kantor Staf Presiden-Bimo Wijayanto.

Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Bimo Wijayanto menyatakan, program Nusantara Sehat masih akan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 mendatang.

"Nusantara Sehat di RPJMN 2019 2024 masih menjadi program prioritas nasional. Hanya ada beberapa challenge daerah-daerah yang dinilai krisis pelayanan kesehatan baik akses energi, transportasi, maupun komunikasi," ungkap Bimo.

Selaku Kedeputian II KSP yang mengelola dan bertanggungjawab, Bimo memastikan pelaksanaan program strategis nasional akan membawa persoalan ini untuk dibahas dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Jokowi.

Meski belum bisa menjawab secara teknis, namun ia menjanjikan agar segera melaporkan kepada kepala staf KSP, agar seluruh persoalan yang masih dihadapi program Nusantara Sehat menjadi perhatian. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
menkes, sulawesi selatan

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top