Jumlah Orang Miskin di Gorontalo Turun ke 15,52 Persen

Angka kemiskinan Provinsi Gorontalo kembali membaik pada kuartal I/2019, tercatat sebesar 15,52% atau turun 0,31% dari posisi pada September tahun lalu sebesar 15,83%.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  22:33 WIB
Jumlah Orang Miskin di Gorontalo Turun ke 15,52 Persen
Foto udara lokasi permukiman dan lahan transmigrasi di Desa Puncak, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (5/3/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, MANADO—Angka kemiskinan Provinsi Gorontalo kembali membaik pada kuartal I/2019, tercatat sebesar 15,52 persen atau turun 0,31 persen dari posisi pada September tahun lalu sebesar 15,83 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo Harum Fajarwati mengatakan, berdasarkan persentase itu, jumlah penduduk miskin Gorontalo berkurang sebanyak 2.270 orang dari 188.300 orang pada bulan September 2018 menjadi 186.030 orang.

“BPS merilis angka kemiskinan secara nasional. Alhamdulillah jumlah dan persentase kemiskinan di Gorontalo menurun sebesar 0,31 persen jika dibanding September 2018,” katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (15/7/2019).

Dia mengatakan, penurunan angka kemiskinan itu diikuti penurunan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan pada periode Maret 2018—Maret 2019. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2018 sebesar 3,060 turun 0,415 poin menjadi 2,645. Indeks Keparahan Kemiskinan juga turun dari 0,750 menjadi 0,635 poin.

“Tingkat ketimpangan atau gini ratio juga mengalami penurunan sebesar 0,01 poin, dari 0,417 pada September 2018 menjadi 0,407 pada Maret. Ini adalah perkembangan yang menggembirakan dan merupakan hasil dari program-program pembangunan di Provinsi Gorontalo,” tuturnya.

Wagub Gorontalo Idris Rahim mengatakan,  penurunan tersebut merupakan dampak dari komitmen Pemprov Gorontalo dalam melaksanaan program pembangunan yang pro rakyat. Hal itu terlihat dari rilis BPS yang menyebutkan bahwa penurunan itu dipengaruhi oleh komoditi makanan.

Lima jenis komoditi makanan yang berpengaruh paling besar terhadap nilai garis kemiskinan baik di perkotaan maupun perdesaan di antaranya adalah beras, roti, kue basah dan kering, ikan, dan cabai rawit.

Adapun, komoditi non makanan yang paling dominan adalah perumahan, pendidikan, angkutan di perkotaan dan bensin di perdesaan.

“Dari data yang ada, program yang dilaksanakan oleh Pemprov Gorontalo seperti Bantuan Pangan Non Tunai Daerah, pasar murah, bantuan benih, pendidikan gratis, dan bantuan Rumah Hunian Idaman Rakyat, memberi kontribusi besar terhadap penurunan kemiskinan. Ke depan kami akan tetap fokus pada program pro rakyat sehingga kemiskinan di Gorontalo akan terus menurun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gorontalo

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top