Mendorong Potensi Pengembangan Kopi di Kabupaten Gowa

Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang dilirik Yayasan Pensa (Yapensa) Global Mandiri sebagai wilayah pengembangan kopi lokal.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  18:45 WIB
Mendorong Potensi Pengembangan Kopi di Kabupaten Gowa
Petani merawat tanaman kopi - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAKASSAR -- Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang dilirik Yayasan Pensa (Yapensa) Global Mandiri sebagai wilayah pengembangan kopi lokal.

Bukan tanpa alasan, Direktur Yapensa Global Mandiri Hermansyah Gafur menyebut, kawasan selatan di Gowa mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan kopi, khususnya di kawasan Gunung Bawakaraeng.

Hermasyah mengatakan, langkah ini sebagai wujud implementasi program Yapensa Global Mandiri, yang mana organisasi tersebut merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang konsen pada pengembangan masyarakat yang berwawasan global secara berkelanjutan.

"Sekitar tiga tahun kami telah mengembangkan budidaya kopi di Sulsel, khususnya bagian selatan. Sejak 2013 kami menginisiasi pengembangan kopi ini di kawasan Bawakaraeng," ungkap Hermansyah, Jumat (21/6).

Diterangkan Herman, inisiasi program kopi Bawakaraeng ini lahir, sebab sejauh kini potensi kopi perkebunan hanya melirik daerah utara saja. Padahal menurutnya, juga memiliki potensi yang sama dengan produksi kopi yang juga tak kalah berkualitasnya.

Rencana tersebut mendapat respon yang positif dari pihak Pemerintah Kabupaten Gowa hingga Pemerintah Provinsi Sulsel. Apalagi saat ini, Sulsel memang tengah didorong sebagai daerah penghasil kopi berkualitas di timur Indonesia.

Merujuk pada data Dinas Perkebunan Sulsel, luas lahan tanam kopi di Sulsel hingga 2018 yaitu sekitar 58 ribu hektare. Terdiri dari 24 ribu hektare lahan kopi robusta dan 34 ribu hektare kopi arabika. Adapun target produksi kopi pada 2019 ini yakni 1 juta ton.

Dengan potensi pengembangan kopi tersebut, Sulsel bahkan mampu mengekspor rerata sekitar 13% produksi kopi ke sejumlah negara. Amerika Serikat merupakan pasar ekspor kopi Sulsel terbesar, disusul Jepang, China, Belgia, Australia

Karenanya, sebagai langkah awal dalam mengembangkan hasil produksi kopi di wilayah Gowa, Yapensa telah melakukan pembinaan secara intensif dengan konsen memberikan edukasi kepada para petani .

"Misalnya mengedukasi bagaimana cara menghasilkan kopi hingga cara mengolahnya dengan standar pasar sehingga produksi kopi yang dihasilkan mampu dilirik oleh konsumen hingga ke produsen," terangnya Hermansyah.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut rencana itu dengan tangan terbuka. Ia menyebut, dengan adanya kampung pengembangan kopi di Gowa secara otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut utamanya dari sektor perkebunan.

"Hadirnya kampung kopi ini merupakan wujud dari implementasi keempat pilar dalam membangun Kabupaten Gowa semakin maju ke depan," Katanya.

Adnan berharap dengan hadirnya Kampung Kopi Bawakaraeng ini mampu meningkatkan perekonomian para petani kopi yang ada di wilayah pimpinannya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengapresiasi semangat komunitas perkampungan kopi yang mulai didorong di daerah berjuluk Butta Bersejarah (Tanah Bersejarah) itu. Adanya organisasi yang peduli terhadap petani kopi di Sulsel merupakan bentuk sinergitas positif.

"Kita harus bersyukur. Jadi, seluruh pihak juga harus turut mendukung dan menyemangati para petani dan pengelola kopi di Sulsel, termasuk di Gowa," jelas Nurdin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, gowa

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top