Sulsel Bakal Contoh Teknologi Pengolahan Air Jerman Rp200 Miliar

Rencana Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memiliki teknologi canggih dalam pengolahan air mulai menunjukkan titik terang.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  19:39 WIB
Sulsel Bakal Contoh Teknologi Pengolahan Air Jerman Rp200 Miliar
Ilustrasi air bersih - Boldsky.com

Bisnis.com, MAKASSAR -- Rencana Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memiliki teknologi canggih dalam pengolahan air mulai menunjukkan titik terang.

Selepas perjalanan ke Jerman, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan keinginannya untuk mengadopsi teknologi pengolahan air bersih dari Negeri Panzer.

Adapun untuk pengaplikasian teknologi pengolahan air bersih itu akan rencananya akan dilakukan di Kabupaten Wajo. Di mana, wilayah tersebut memiliki Danau Tempe sebagai sumber air terbesar. Namun sayangnya, belum ada teknologi mumpuni yang bisa mengolah airnya menjadi air bersih untuk masyarakat.

Danau Tempe akan menjadi sumber perolehan air baku yang akan didistribusikan ke masyarakat. Meski rumah warga mulai dialiri air yang berasal dari danau tersebut, namun debit airnya cenderung minim. Masyarakat setempat masih masih harus bergilir mendapat jatah air bersih.

Nurdin Abdullah mengaku, setelah meninjau sarana pengelolaan air bersih di Jerman, ia menilai teknologi tersebut cocok untuk diterapkan, khususnya di daerah pemilik debit air yang melimpah.

"Instalasi pengolahan air bersih ini salah satu yang tercanggih saat ini yang dimiliki Jerman. Teknologi tersebut sudah bisa menghasilkan air bersih untuk langsung dikonsumsi masyarakat Jerman," kata Nurdin, Selasa (18/6).

Melihat itu, Nurdin berharap hal serupa bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Wajo.  Pilot Project tersebut juga diharap bisa segera diimplementasikan di Danau Tempe yang juga masuk di dua kabupaten lainnya yakni Soppeng dan Sidrap.

Nurdin mengaku, bersama Pemerintah Kabupaten Wajo, pihaknya telah menghitung total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun teknologi air bersih tercanggih seperti di Jerman. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp200 miliar.

"Anggaran itu mulai dari pipanisasi untuk mengaliri air ke rumah rumah warga dalam kondisi bisa langsung dikonsumsi," kata Nurdin.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wajo, Andi Pallawarukka menambahkan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memiliki respon yang cepat pasca pengajuan proposal oleh Bupati Wajo terkait pengadaan teknologi pengolahan air bersih itu.

"Pak gubernur berkomitmen membantu Pemda Wajo mewujudkan program itu," kata Pallawarukka dikonfirmasi Bisnis.

Kendati demikian, untuk mengimplementasikan teknologi itu di Wajo, harus sesuai dengan aturan. Apalagi hal ini terkait perjanjian kerja sama internasional yang melibatkan investor asing. Pallawarukka menyebut, proses pengadaannya  harus tetap sesuai dengan Perpres PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa).

Terkait Penandatanganan MoU atau kontrak yang membebani kedua belah pihak dengan kewajiban memang belum dilakukan. Sebab menurut Pallawarukka untuk sampai pada tahap tersebut masih ada sejumlah aturan yang mesti dipenuhi.

"Kita masih butuh informasi yang detail. Yang terpenting roses pelaksanaan tetap harus sesuai aturan," katanya.

Meski begitu, teknologi tersebut dipastikan tetapnakan diadopsi oleh Pemkab Wajo untuk keberlangsungan air bersih di Danau Tempe. Apalagi danau seluas 16.250 hektare itu memang sudah memiliki sejumlah permasalahan.

Danau Tempe yang mampu menampung air sebesar 207,66 juta m3 itu juga telah mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Saat ini, revitalisasi juga mulai dilakukan sebab Danauu Tempe juga termasuk dalam 15 danau kritis di Indonesia. Kondisi saat ini juga mengalami pendangkalan akibat masifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi, dan okupasi lahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel, air bersih

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top