10 Perusahaan Swasta Turut Garap Program Ambulans Laut Sulsel

Program ambulans laut yang digarap Pemerintah Provinsi Sulsel mendapat perhatian dari 10 perusahaan swasta.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  15:57 WIB
10 Perusahaan Swasta Turut Garap Program Ambulans Laut Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso. - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR – Program ambulans laut yang digarap Pemerintah Provinsi Sulsel mendapat perhatian dari 10 perusahaan swasta yang bergerak di berbagai bidang. Meski telah beroperasi sejak 2019, pemerintah mengaku kewalahan dari sisi pendanaan.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel melalui Dinas Kesehatan telah mengucurkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pengadaan satu unit ambulans laut. Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso menyebut anggaran tersebut berasal dari APBD Perubahan.

"Program ini dibuat guna meningkatkan layanan kesehatan untuk daerah kepulauan di Sulsel. Tapi setelah kami melakukan evaluasi, ternyata ambulans laut ini agak boros dari sisi bahan bakar," kata Bachtiar, (23/5/2019).

Dia menggambarkan ambulans laut yang telah beroperasi di Kapubaten Pangkep, daerah yang notabene terbagi dalam beberapa kawasan pulau. Pemerintah setempat melaporkan, untuk satu kali beroperasi saja, ambulans laut tersebut bisa menghabiskan bahan bakar dengan nilai jutaan rupiah.

Oleh karena itu setelah melakukan komunikasi intens dengan USAID, Pemprov Sulsel mendapat masukan untuk menggandeng pihak swasta dalam menjalankan program tersebut. Sebanyak 10 perusahaan akhirnya menyatakan siap untuk membantu jalannya program ambulans laut milik Pemprov Sulsel ini.

"Kesepuluh perusahaan itu merupakan perusahaan yang tergabung dalam Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Sulsel. Jadi, masing-masing perusahaan siap membantu program ini dari dana CSR nya," jelas Bachtiar.

Adapun 10 perusahaan yang terlibat yakni Yayasan Kalla, PT Pertamina, PT Japfa Comfeed, PT Semen Tonasa, PT Vale, Bosowa Group, PT Bendhard Group, PT Kima, PT Telkom, dan PT Unilever.

Bachtiar mengemukakan, setelah adanya kerja sama dengan 10 perusahaan itu, Pemprov Sulsel berencana akan menambah unit ambulans laut di beberapa daerah. Satu unit ambulans laut masing-masing akan diberikan untuk Kabupaten Selayar, Sinjai, dan Kota Makassar, dan satu unit tambahan untuk Kabupaten Pangkep.

"Kita juga akan menyiagakan satu unit untuk Pemprov Sulsel. Sesuai permintaan Pak Gubernur, untuk menyalurkan ambulans laut nantinya pemerintah daerah setempat harus memenuhi sejumlah syarat," ungkapnya.

Dijelaskan Bachtiar, syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah setempat di antaranya, ketersediaan SDM yang mampu mengoperasikan ambulans laut tersebut, penggajian SDM yang sudah diatur, dan persiapan biaya operasional termasuk untuk bahan bakarnya.

Ia menggambarkan, bentuk fisik ambulans laut yang akan diberikan yaitu berupa kapal berukuran besar, dilengkapi dengan alat kesehatan (alkes). Adapun nilai alkes yang dianggarkan untuk ambulans laut pada APBD yaitu sejumlah Rp1,2 miliar. (K36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel, ambulans

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top