Gunung Dukono Meletus, Wings Air Batalkan Penerbangan Relasi Ternate-Morotai

Maskapai Wings Air, menyatakan, penerbangan dengan rute Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171 mengalami pembatalan atau cancelled flight.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 15 April 2019  |  17:33 WIB
Gunung Dukono Meletus, Wings Air Batalkan Penerbangan Relasi Ternate-Morotai
Wings Air - Antara

Bisnis.com, MANADO—Maskapai Wings Air, menyatakan, penerbangan dengan rute Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) ke Bandara Leo Wattimena, Morotai, Maluku Utara (OTI) nomor IW-1172 dan Morotai ke Ternate bernomor IW-1171 mengalami pembatalan atau cancelled flight.

Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa Keputusan tersebut diambil untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Hal itu, lanjutnya, juga berkaitan dengan penutupan bandar udara untuk penerbangan sipil adalah dampak erupsi dan aktivitas Gunung Dukono, di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara. Material abu vulkanik yang dihasilkan dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan.

Menurut pengumuman resmi dari otoritas bandar udara atau notice to airmen (NOTAM) nomor C3210/19, operasional Bandar Udara Leo Wattimena ditutup mulai Senin, 15 April 2019 pukul 09.50 WIT hingga 11.00 WIT pada Selasa, 16 April 2019.

“Wings Air sudah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan akan memperbarui sesuai perkembangan terkini,” katanya dikutip dari siaran pers, Senin (15/4/2019).

Dia menjelaskan, Wings Air akan memberikan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak, dengen memfasilitasi penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya dan melakukan pengembalian dana sesuai aturan yang berlaku.

Dia menjelaskan, perseroan selalu berupanya mengedepankan aspek keselamatan dalam penerbangan. Sehingga, dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisasi dan diantisipasi lebih awal.

“Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan pengatur lalu lintas udara setempat. Operasional Wings Air akan menyesuaikan keputusan otoritas bandar udara dan airport dinyatakan aman atau safe for flight,” jelasnya.

Dia menambahkan, terganggunya operasional penerbangan akibat dari gunung meletus tersebut termasuk ke dalam force majeure atau keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maluku utara, wings air

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top