Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Buton Utara Pacu Produksi Beras Merah Organik Wakawondu

Petani di Buton Utara (Butur), sebagai salah satu kabupaten pemekaran induk di Muna, Sulawesi Tenggara, terus memacu pengembangan beras merah organik Wakawondu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 April 2019  |  21:34 WIB
Buton Utara Pacu Produksi Beras Merah Organik Wakawondu
Bupati Buton Utara Abu Hasan - Antara Azis Senong
Bagikan

Bisnis.com, KENDARI – Petani di Buton Utara (Butur), sebagai salah satu kabupaten pemekaran induk di Muna, Sulawesi Tenggara, terus memacu pengembangan beras merah organik Wakawondu sebagai komoditas unggulan karena permintaan cukup banyak.

"Beras merah Wakawondu, saat ini banyak pemesan, baik pasar antardaerah, regional bahkan beberapa negara Eropa yang menyatakan akan membeli dalam jumlah besar," kata Bupati Buton Utara Abu Hasan di Kendari pada Kamis (11/4/2019).

Dia mengungkapkan Buton Utara memproklamirkan sebagai kabupaten beras organik itu sudah melalui kajian akademik sehingga tidak salah Pemkab telah mengeluarkan SK nomor.17/2017 yang menyatakan bahwa satu-satunya kabupaten organik di Indonesia.

"Dasar dari SK itu karena kondisi alam di kabupaten ini memang masih alami karena tidak ada industri maupun areal pertambangan yang dapat mencemari lingkungan," ujar Bupati.

Dia mengutarakan salah satu pembeli dari Denmark sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli beras merah organik itu.

Abu Hasan menambahkan bahwa awal mula banyak pembeli dari luar negari itu setelah  beras itu dipromosikan pada pameran yang diadakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) diikuti oleh 416 kabupaten se-Indonesia pada awal Juli 2018.

Dia mengaku sangat bangga saat mengikuti pameran produk unggulan secara nasional karena merupakan peluang memperkenalkan beberapa komoditi unggulan hasil pertanian dan perkebunan yang akan mengangkat citra daerah dimata nasional dan internasional.

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi itu mengungkapkan bahwa sejak 2018 pihaknya mendata potensi panen untuk mengetahui skala maksimal produksi tahunan demi menjawab tuntutan pasar global.

"Saat ini terdapat 1.000 hektare lebih luasan padi organik beras merah di Butur, terdiri dari 400 hektare subsidi Pemkab Butur dan 600 hektare swadaya masyarakat, dengan hasil panen per hektare antara 1 ton hingga 2,5 ton beras utuh.

Dia juga menambahkan harga komoditas beras merah saat ini di Butur mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan harga di luar Butur mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi beras sulawesi tenggara

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top