Pembangunan Jalan Bandara Sam Ratulangi - Likupang Dikebut

Pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 31,5 kilometer untuk menunjang pembangunan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang terus dikebut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  21:23 WIB
Pembangunan Jalan Bandara Sam Ratulangi - Likupang Dikebut
Pantai Pulisan, lokasi kawasan ekonomi khusus di Sulawesi Utara - Bisnis/Lukas Hendara T.M.

Bisnis.com, MANADO—Pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 31,5 kilometer untuk menunjang pembangunan rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, terus dikebut.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen mengatakan, pembanunan tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran senilai Rp631 miliar. Jalan tesebut akan menghubunkan Bandara Sam Ratulangi, Manado—Likupang, Minahasa Utara.

Silangen menerangkan bahwa pembangunan Jalan Bandara-Likupang dibagi dalam empat segmen. Segmen pertama menghubungkan Bandara Sam Ratulangi—Talawan dengan panjang 4,6 kilometer, sedangkan segmen dua menghubungkan Talawaan—Tatelu sepanjang 2,75 kilometer.

Sementara itu segmen ketiga akan menghubungkan Tatelu—Wasian sepanjang 4,1 kilometer. Terakhir, Segmen empat akan menghubungkan Wasian—Marinsouw dengan panjang jalan mencapai 20,1 kilometer.

Hingga kini pengerjaan jalan dengan lebar 23 meter tersebut sudah mencapai 1 kilometer, dari Desa Wasian hingga dekat perbatasan Desa Lumpias. Dari titik itu, pengerjaan akan lanjut ke Desa Marinsow, Likupang Timur melintasi wilayah perkebunan.

"Kalau sudah selesai, nantinya mempermudah pergerakan lalu lintas kendaraan di lokasi KEK Pariwisata Likupang," katanya dikutip dari siaran pers, Rabu (20/3/2019).

Menurutnya, pembangunan jalan Bandara Sam Ratulangi-Likupang akan memberikan keuntungan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah karena bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan ke Likupang.

"Lebih banyak wisatawan yang tertarik berkunjung ke Likupang karena waktu tempuh dari bandara ke Likupang jauh lebih singkat," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulawesi utara, kek

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top