Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GMTD Segera Bahas Teknis Penyerahan Ruas Metro Tanjung Bunga

Pengembang Kawasan Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. segera membahas teknis penyerahan fasilitas jalan kelolaan perseroan bersama dengan otoritas terkait.
Sitti Hamdana
Sitti Hamdana - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  18:35 WIB
Jajaran direksi PT GMTD Tbk., Direktur Purnomo Utoyo (kiri) dan Presdir Andi Anzhar Cakra Wijaya menjelaskan kinerja perseroan, usai Rapat Umum Pemegang Saham di Makassar, Rabu (13/3). -  Bisnis/Paulus Tandi Bone
Jajaran direksi PT GMTD Tbk., Direktur Purnomo Utoyo (kiri) dan Presdir Andi Anzhar Cakra Wijaya menjelaskan kinerja perseroan, usai Rapat Umum Pemegang Saham di Makassar, Rabu (13/3). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengembang Kawasan Tanjung Bunga Makassar, PT GMTD Tbk. segera membahas teknis penyerahan fasilitas jalan kelolaan perseroan bersama dengan otoritas terkait.

Associate Director GMTD Eka Firman Ermawan menuturkan penyerahan ruas Metro Tanjung Bunga sepanjang sekitar 8 kilometer mesti melalui sejumlah tahapan, termasuk mekanisme serta dari sisi teknis.

"Lebih jauh kita akan berbicara teknis. Kami mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Tapi tentu semua harus melalui proses," paparnya di sela-sela RUPS GMTD, Rabu (13/3/2019).

Pernyataan ini juga sebagai respon dari permintaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah agar pihak GMTD menyerahkan sepenuhnya pengelolaan ruas Metro Tanjung Bunga kepada pemerintah daerah.

Permintaan gubernur dilandasi oleh rencana Pemprov Sulsel untuk mengoptimalkan Metro Tanjung Bunga sebagai salah satu ikon baru Makassar.

Pada setiap sisi Metro Tanjung Bunga, papar Nurdin, pihaknya bakal membangun pedestrian seluas seratus meter di sisi kiri dan kanan jalan jika pihak GMTD telah melakukan penyerahan secara penuh.

"Penyerahan memang ke Pemkot Makassar dulu, tetapi nanti kami minta supaya dilimpahkan ke Pemprov agar bisa dilakukan pembenahan dan tidak menjadi polemik terus menerus. Ruas ini memang harus mereka serahkan, perumahan sudah berkembang, mall ada, terus CPI juga," jelas dia.

Pada aspek yang lebih luas, jika pengelolaan ruas Metro Tanjung Bunga dilimpahkan ke Pemprov diyakini akan lebih meningkatkan kualitas jalan yang selama ini kerap mengalami kerusakan signifikan.

Menurut Eka Firman, terkait infrastruktur jalan Metro Tanjung Bunga yang mengalami kerusakan pada sebagian besar titik, perseroan berupaya untuk melakukan pembenahan secara bertahap.

"Ada yang sudah kita kerjakan, dan kami komitmen untuk terus membenahi fasilitas kami," papar Eka.

Sebagai informasi, Metro Tanjung Bunga menjadi salah satu fasum fasos yang menjadi titik perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, Ruas tersebut telah menjadi salah satu penghubung utama Makassar dengan daerah penyangga yang melewati pesisir barat Kota Makassar.

Perolehan Laba Terkoreksi

Dalam perkembangan lain, pengembang yang terafilisasi dengan Lippo Group ini mencatat pertumbuhan pendapatan 7% sepanjang 2018 menjadi Rp253,8 miliar dari tahun sebelumnya Rp237,3 miliar.

Presiden Direktur GMTD Andi Azhar Cakra Wijaya mengatakan pendapatan tersebut berasal dari penjualan rumah hunian dan rumah toko sebesar Rp223,7 miliar dengan kenaikan 22,3% secara tahunan.

Selain itu, kenaikan pendapatan juga ditopang oleh pengelolaan kawasan wisata dan perkotaan yang tumbuh 38% Rp15,8 milair pada 2017, menjadi Rp21,8 miliar sepanjang 2018.

Namun peningkatan pendapatan tersebut berbanding terbalik dengan perolehan laba bersih 2018 yang terkoreksi menjadi Rp61,9 miliar, padahal pada tahun sebelumnya mencapai 67,6 miliar.

Direktur PT GMTD Purnomo Utoyo menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan faktor biaya beban pokok penjualan yang menjadi naik. "Pada 2018 kami membutuhkan cost penjualan lebih tinggi karena kita fokus penjualan di unit-unit besar. Otomatis itu costnya lebih tinggi. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya di segmen lebih kecil," terang Purnomo.

Dia melanjutkan, frekuensi launching yang tinggi juga menelan biaya yang banyak sehingga berpengaruh terhadap penurunan laba. Dalam RUPS diputuskan untuk membagikan dividen sekitar Rp2 lebih kepada para pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan lippo group infrastruktur jalan
Editor : Amri Nur Rahmat

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top